Yamaha

JAKARTA PSBB KETAT: Layani Makan di Tempat, Pusat Kuliner di Jagakarsa Disegel

  Selasa, 29 September 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Melayani pembeli makan di tempat, pusat kuliner di Jagakarsa ditutup sementara. (dok)

JAGAKARSA, AYOJAKARTA.COM -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di DKI Jakarta masih didapati pelanggaran di masyarakat. Satpol PP Jakarta Selatan bersikap tegas dengan menutup pusat kuliner di Jagakarsa selama tiga hari karena melanggar PSBB.

Pelanggaran yang dimaksud yakni melayani pembeli makan di tempat secara sembunyi-sembunyi.

"Malam ini kita segel, penutupan bisa sampai tanggal 11 Oktober atau tiga hari," kata Kasatpol PP Kecamatan Jagakarsa, Yahya saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2020).

Yahya menyebutkan, pihaknya telah menerima pelimpahan laporan dari Polsek Jagakarsa yang menggrebek tempat kuliner di Jalan Durian, pada Sabtu (26/9/2020) malam.

AYO BACA : Melanggar PSBB, Dua Restoran di Pulogadung Ditutup Paksa

Pusat kuliner tersebut secara sembunyi-sembunyi menyediakan layanan makan di tempat selama masa PSBB diberlakukan.

Petugas mengetahui hal itu dari laporan masyarakat, lalu melakukan patroli operasi yustisi bersama unsur TNI.

Saat operasi yustisi tersebut didapati bagian depan pusat kuliner tersebut beroperasi sesuai aturan PSBB. Tetapi di bagian belakangnya menyediakan layanan makan di tempat.

Pemilik usaha mengelabui petugas dengan cara menutup pagar masuk, seolah-olah akses jalan ditutup. Begitu dibuka oleh petugas, didapati puluhan pengunjung sedang menikmati hidangan dengan cara berkerumun.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Layani Dine In, 7 Rumah Makan di Kramat Jati Disegel 3 x 24 Jam

Menurut Yahya, sanksi yang diberikan tidak hanya penutupan saja, tapi juga sanksi denda administrasi.

"Dendanya mahal, itu bisa Rp50 juta," ucap Yahya seperti dilansir Suara.com.

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Tiga Pilar Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan menemukan sebuah tempat usaha kuliner yang melayani pembeli makan di tempat, pratik tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk mengelabui petugas.

Temuan tersebut langsung diproses oleh Polsek Jagakarsa, pemilik tempat usaha dimintai keterangan dan dibuat berita acara pemeriksaan di kepolisian.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Eko Mulyadi mengingatkan para pelaku usaha untuk mematuhi aturan pemerintah di masa pandemi ini agar penularan COVID-19 dapat dicegah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Ia menyebutkan, pemerintah tidak melarang berjualan, tapi untuk pelayanan harus dibawa pulang atau tidak boleh makan di tempat.

"Saat ini kita memasuki PSBB periode kedua selama masa ini tidak diperkenankan para pelaku usaha untuk melayani makan di tempat oleh karena akan menimbulkan kerumunan. Ini salah satu upaya kita, untuk mencegah kalau masih pelaku usaha melayani makan di tempat maka penyebaran COVID-19 di Jakarta ini tidak akan pernah selesai," ujar Eko.

AYO BACA : Ingat, Pelanggar PSBB Tangerang Mulai Hari Ini Bisa Disanksi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar