Yamaha

Kasus Aktif di DKI Naik Setelah Ada Penambahan 1.238 Kasus Positif (Update 29 September 2020)

  Selasa, 29 September 2020   Icheiko Ramadhanty
sebagai ilustrasi. RSD Wisma Atlet Kemayoran menambah kapasitasnya untuk isolasi pasien konformasi tanpa gejala atau OTG seiring dengan meningkatnya angka penularan di DKI Jakarta/ Suara/com

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Selasa (29/9/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 1.238 kasus di DKI Jakarta. Angka ini naik dibanding Senin lalu, yakni sebanyak 898 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 72.577 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 58.775 kasus serta 1.716 kasus meninggal dunia.

Sehingga, kasus aktif di DKI Jakarta sebanyak 12.086 kasus. Kasus positif yang dikonfirmasi hari ini menjadikan kasus aktif di DKI menjadi naik dari yang sebelumnya 11.987 kasus. Rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 13 September 2020 yaitu 1.380 kasus. 

Jika dilihat dari grafik yang ditayangkan lewat covid19.go.id, dari bulan Agustus 2020 hingga saat ini, DKI Jakarta memiliki peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Data statistik dari laman tersebut menyatakan, DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus.

Sejak saat itu, hanya ada beberapa hari penurunan kasus yang tidak lebih dari 1.000 kasus, seperti pada 1 September (901 kasus), 4 September (880 kasus), 5 September (887 kasus), 11 September (964 kasus), 14 September (879 kasus), 19 September (988 kasus), dan 28 September (898 kasus).

Selebihnya hingga hari ini,  DKI Jakarta selalu mencatat kasus harian Covid-19 yang melebihi angka 1.000 kasus. Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

23 September: 1.133 kasus

24 September: 1.044 kasus

25 September: 1.171 kasus

AYO BACA : Okupansi Isolasi OTG Capai 95 Persen, Pemkot Tangerang Gandeng Satu Hotel Kapasitas 160 Kamar

26 September: 1.322 kasus

27 September: 1.171 kasus

28 September: 898 kasus

29 September: 1.238 kasus

Sebagaimana diketahui, PSBB di DKI Jakarta kembali diperpanjang hingga 14 hari sampai 11 Oktober, terhitung sejak 28 September 2020. Diketahui PSBB di Ibu Kota berakhir pada 27 September.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, keputusan ini berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Selain itu, Pemprov DKI juga telah mendapatkan persetujuan pemerintah pusat untuk kembali memperpanjang PSBB.

"Kasus Covid-19 DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu," kata Anies dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2020).

Anies mengklaim selama PSBB dua pekan ini, kasus positif Covid-19 menunjukkan penurunan lantaran mobilitas warga dibatasi dengan ketat. Pada 12 hari pertama September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49% atau 3.864 kasus. Pada periode PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12% atau 1.453 kasus.

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T dan warga perlu berada di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu sekali dan terapkan 3M," jelasnya.

AYO BACA : Kembali ke Zona Merah Penularan Corona, Pemkot Bogor Perpanjang PSBMK 2 Pekan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar