Yamaha

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, 113 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara

  Selasa, 29 September 2020   Fitria Rahmawati
Pekerja beraktivitas di salah satu perkantoran di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (14/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 113 perusahaan di DKI Jakarta ditutup sementara sejak pelaksanaan PSBB fase II diterapkan. Itu dilakukan Pemprov DKI Jakarta lantaran mereka tak mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, pelanggaran yang dilakukan perusahaan yakni adanya temuan kasus corona pada karyawan atau orang yang berada di dalam gedung kantor. Kemudian, karena tak menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Sejauh ini, kata dia, Pemprov DKI sudah menyidak 647 kantor di DKI Jakarta yang tersebar di lima wilayah kota administrasi. Tindakan ini diambil sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 88/2020, yang menyebut kantor akan ditutup selama 3x24 jam.

AYO BACA : Ini Penyebab Kota Bogor Kembali Jadi Zona Merah Corona

"Sejak 14 September hingga Senin kemarin tanggal 28 September, ada 647 perusahaan yang kami sidak. Hasilnya, 113 perusahaan harus ditutup sementara," ujar Andri, Selasa (29/9/2020).

Andri mengatakan, semeskinya perusahaan menyediakan standar protokol kesehatan. Namun 113 perusahaan tersebut justru mengabaikannya.

Ia mencontohkan, pelanggaran tersebut seperti tak menyediakan pemeriksa suhu, tempat cuci tangan, dan tak membatasi jumlah kapasitas orang dalam gedung.

AYO BACA : Satu Anggota DPRD Kota Bogor Positif Covid-19, Belasan Orang Kontak Erat

Sesuai Pergub 88, jumlah kapasitas pegawai yang boleh bekerja di kantor adalah 50% untuk 11 sektor yang diizinkan. Sementara selain itu harus mengurangi jumlah karyawannya yang bekerja di kantor hingga 25% dari total.

Ia menyebut ada 69 perusahaan yang gedungnya ditutup sementara karena ada temuan corona. Lalu 44 sisanya dinyatakan melanggar protokol kesehatan.

"Ada 69 perusahaan ditutup karena ada yang terpapar Covid-19 dan 44 perusahaan karena tidak menjalankan protokol kesehatan," jelasnya.

Berikut rincian perusahaan yang ditutup sementara sejak PSBB jilid II diterapkan :

  • 14 September 2020: 9 Perusahaan ditutup sementara
  • 15 September 2020: 2 Perusahaan ditutup sementara
  • 16 September 2020: 5 Perusahaan ditutup sementara
  • 17 September 2020: 7 Perusahaan ditutup sementara
  • 18 September 2020: 15 Perusahaan ditutup sementara
  • 19-21 September 2020: 11 Perusahaan ditutup sementara
  • 22 September 2020: 7 Perusahaan ditutup sementara
  • 23 September 2020: 12 Perusahaan ditutup sementara
  • 24 September 2020: 12 Perusahaan ditutup sementara
  • 25-27 September 2020: 14 Perusahaan ditutup sementara
  • 28 September 2020: 16 Perusahaan ditutup sementara.

AYO BACA : Klaster Industri Jadi Salah Satu Penyebab Kabupaten Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar