Yamaha

Harga Materai Jadi Rp10 Ribu! Hindari yang Palsu, Ini 5 Ciri Materai Asli Cetakan Peruri

  Rabu, 30 September 2020   Aini Tartinia
ilustrasi materai (Suara.com)

SENAYAN, AYOJAKARTA.COM – Sebelumnya, Indonesia memiliki dua jenis meterai, yakni meterai Rp3 ribu dan Rp6 ribu. Kini, harga materai resmi naik menjadi Rp10 ribu per meterai mulai 1 Januari 2020.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penyesuaian tarif tetap mempertimbangkan pendapatan per kapita, daya beli masyarakat, dan kebutuhan penerimaan negara.

Hal tersebut sebagaimana dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Bea Meterai yang telah disahkan oleh DPR RI dalam rapat Paripurna DPR RI Ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021, Selasa (29/9) kemarin.

Dengan naiknya bea materai ini, tentu akan menambah pengeluaran masyarakat untuk jenis-jenis transaksi yang dikenai bea meterai. Untuk itu, masyarakat harus menjadi konsumen cerdas untuk bisa membedakan materai asli, dengan mengenali ciri-cirinya.

Perlu diketahui, materai asli yang beredar di Indonesia hanya diproduksi oleh BUMN percetakan kertas dan dokumen berharga, yakni Perum Peruri. Dikutip dari laman peruri.co.id begini penjelasannya:

AYO BACA : 7 Alasan Perubahan UU Bea Materai dan Harga Materai Jadi 10 Ribu

1. Agar sulit dipalsukan, materai asli yang dicetak Perum Peruri mengandung unsur-unsur sekuriti feature.

2. Fitur pengaman pada materai yakni penggunaan hologram sekuriti dan teknik cetak Intaglio seperti pada uang kertas.

3. Memiliki 17 digit nomor seri berbeda di setiap helai materai, serupa layaknya nomor seri pada uang kertas yang juga berbeda untuk setiap lembarnya.

4. Materai asli terdapat logo Kementerian Keuangan, tertera teks ukuran mikro bertuliskan Ditjen Pajak, dan cetakan nilai nominal terlihat sangat jelas.

5.  Cara yang sama membedakan uang kertas palsu dan asli, cara cek keaslian materai bisa gunakan teknik 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Jika tak sesuai, sudah pasti itu materai palsu. Hati-hati, ya.

AYO BACA : Indonesia Absen Di Denmark Open, Hendra Setiawan: Tahun Ini Kami Belum Berani

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar