Yamaha

Dokter Aborsi Ilegal Kenari Jakpus Meninggal Karena Corona

  Kamis, 01 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Polisi saat melakukan gelar perkara praktik aborsi ilegal di klinik aborsi Jalan Raden Saleh 1 Kenari Jakpus/ ist

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Tersangka yang merupakan dokter aborsi ilegal di Jalan Raden Saleh 1 Kenari, Jakarta Pusat, SWS (70) disebut meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

Yusri mengatakan, SWS meninggal dunia di Rumah Sakit Kramatjati, Jakarta Timur, pada Rabu (30/9/2020) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. 

"Dokter S ini memang betul tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB itu meninggal dunia di rumah sakit Kramatjati, Jaktim setelah kurang lebih tiga hari dirawat di sana," ujar Yusri di Kompleks Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020).

Yusri menjelaskan, sejak tanggal 5 Agustus lalu sudah dilakukan penahanan kepada yang bersangkutan bahkan sudah diperpanjang. Kemudian pada tanggal 24 September, tersangka SWS merasa kurang sehat, lantas dirujuk ke rumah sakit Kramatjati untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan. Di rumah sakit itu, tersangka SWS dirawat selama tiga hari dan meninggal.

AYO BACA : Klinik Aborsi di Jl Raden Saleh Patok Biaya Gugurkan Kandungan Sampai Rp30 Juta

"Pagi tadi sudah diambil langsung, karena memang protokol kesehatan kami tetap melakukan penguburan dengan protokol kesehatan Covid-19. Tapi memang yang bersangkutan berumur 70-an ungkap Yusri.

Sebenarnya, kata Yusri, setiap tahanan di Polda Metro Jaya harus menjalani swab. Hal itu untuk mengetahui apakah tahanan itu positif Covid-19 atau tidak. Karena memang salah satu syarat setiap tersangka yang dilakukan penahanan di rumah tahanan Polda Metro Jaya ini harus sesuai dengan protokol kesehatan.

"Sejak dari awal dan itu rutin kami lakukan. Jadi rutin kami lakukan rapid test dan juga swab kami lakukan di rumah tahanan Polda Metro Jaya ini," kata Yusri.

Oknum dokter pelaku aborsi ilegal SWS ditangkap 3 agustus bersama para asistennya di klinik tempat mereka membuka praktik. Selama praktik aborsi ilegal, sehari ada sekitar 5 janin yang digugurkan. Mereka pun bisa mengumpulkan pendapatan hingga Rp70 juta setiap bulan.

AYO BACA : Polisi Bongkar Praktik Aborsi Ilegal Klinik Dr SWS, 17 Tersangka Diamankan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar