Yamaha

Penumpang Transjakarta Capai 3,6 Juta Selama Dua Pekan PSBB Ketat

  Kamis, 01 Oktober 2020   Aini Tartinia
ilustrasi operasional Transjakarta/ Suara.com

KRAMAT JATI, AYOJAKARTA.COM –Imbas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengetatan DKI Jakarta, penumpang Transjakarta mengalami penurunan. Tercatat selama penerapan PSBB pengetatan tersebut, jumlah penumpang Transjakarta sebanyak 3,6 juta.

Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo. Ia menjelaskan pada pekan pertama penerapan PSBB ketat atau periode 14 September 2020 hingga 20 September 2020, jumlah penumpang Transjakarta sebanyak 1,9 Juta.

“Pada pekan pertaa rata-rata pelanggan sebanyak 200 ribuan. Angka tertinggi pada minggu pertama terjadi pada Rabu 16 September 2020 yakni sebanyak 286.471,” kata Nadia dilansir beritajakarta.id, Rabu (30/9/2020).

Dia melanjutkan, pada pekan kedua penerapan PSBB ketat atau periode 21 September 2020 hingga 27 September 2020, jumlah penumpang Transjakarta juga mengalami penurunan yakni sebanyak 1,6 juta.

Nadia menambahkan, layanan operasional Transjakarta selama PSBB ketat mulai pukul 05.00 WIB hingga 19.00 WIB. Pihaknya mengimbau pelanggan Transjakarta untuk tetap di rumah saja jika tidak ada kebutuhan mendesak.

AYO BACA : Transjakarta Siapkan Layanan Khusus untuk Pelanggan Disabilitas

“Namun, jika memang harus bepergian ke luar rumah menggunakan Transjakarta pastikan menerapkan 3M. Menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, serta selalu patuh arahan petugas di lapangan,” kata Nadia.

Diketahui, PSBB ketat diperpanjang hingga 14 hari ke depan terhitung sejak Senin, 28 September. PSBB ketat periode awal sudah berakhir pada Minggu, 27 September 2020 lalu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, keputusan ini berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Selain itu, Pemprov DKI juga telah mendapatkan persetujuan pemerintah pusat untuk kembali memperpanjang PSBB.

Kasus Covid-19 DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marves juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu," kata Anies dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2020).

Anies mengklaim selama PSBB dua pekan ini, kasus positif Covid-19 menunjukkan penurunan lantaran mobilitas warga dibatasi dengan ketat. Pada 12 hari pertama September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49% atau 3.864 kasus. Pada periode PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12% atau 1.453 kasus.

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T dan warga perlu berada di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu sekali dan terapkan 3M," jelasnya.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Ini Rute dan Waktu Layanan Operasional Transjakarta 17 Hingga 27 September

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar