Yamaha

Januari-Maret 2020, Ada 397 Kasus Positif HIV/AIDS di Jakarta Timur, Didominasi dari Kramat Jati

  Kamis, 01 Oktober 2020   Aini Tartinia
Wali Kota Jakarta Timur M Anwar. (Suara.com/Chyntia Sami B)

CAKUNG, AYOJAKARTA.COM – Sebanyak 397 kasus positif Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Synrome (HIV dan AIDS) bertambah di Jakarta Timur. Penambahan itu diperoleh dari laporan kasus HIV dan AIDS pada triwulan I (Januari 2020 hingga Maret 2020).

Walikota Jakarta Timur, M Anwar menyebut kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Kramat Jati, namun Anwar tidak merinci berapa jumlah yang mengidap HIV/AIDS.

AYO BACA : Bareskrim Polri Gelar Perkara Kebakaran Kejakgung Hari Ini

Untuk mencegah penularan HIV dan AIDS, dia meminta masyarakat di Kecamatan Kramat Jati menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu pihaknya akan melakulan pengawasan ketat ke seluruh Kecamatan dengan memperhatikan wilayah rawan timbulnya kasus.

“Kasus positif HIV dan AIDS banyak ditemukan di sana karena tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi maka perlu ada pengawasan dan perhatian dari komisi penanggulangan AIDS Jakarta Timur," kata Anwar dilansir timur.jakarta.go.id, Rabu (20/9/2020).

AYO BACA : Penumpang Transjakarta Capai 3,6 Juta Selama Dua Pekan PSBB Ketat

Anwar menuturkan, pengawasan serta edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan baik di dalam rumah dan lingkungan sekitar akan digalakan di setiap RT dan RW khususnya di Kecamatan Kramat Jati. Melalui upaya tersebut diharapkan masyarakat dapat sadar dan merubah kebiasaan buruk mereka agar kasus postif HIV dan AIDS dapat berkurang.

“Kita akan bersinergi untuk menyadarkan masyarakat, mengingatkan masyarakat, dan mengedukasi masyarakat tentang arti PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), sehingga dapat menekan angka kasus HIV/AIDS di Jakarta Timur," ujarnya.

Dia mengatakan meski masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Jakarta Timur tidak akan tinggal diam dan akan segera memberikan pembinaan kepada warga untuk mencegah penularan kasus yang lebih besar.

“Tidak akan kita biarkan, kita harus memberikan pembinaan dan jangan sampai dibiarkan karena bisa menimbulkan dampak lebih besar lagi kepada masyarakat," ujar Anwar.

AYO BACA : Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPR Puan Maharani Ungkap Indonesia Dirongrong Luar dan Dalam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar