Yamaha

Penumpang Berkurang, PT MRT Jakarta Tingkatkan Pendapatan Melalui Kerja Sama dengan UMKM

  Kamis, 01 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
Suasana di dalam MRT saat PSBB di jakarta / republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM – PT MRT Jakarta (Perseroda) berinisiatif akan meningkatkan pendapatannya dari sektor non-farebox atau penghasilan dari selain tiket penjualan penumpang MRT.

Salah satunya yaitu dengan cara menggandeng usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan kerja sama tersebut penting dan sangat diperlukan. Salah satunya agar roda operasional MRT tetap eksis di tengah pandemi Covid-19.

"Pendapatan dari hasil penjualan tiket (farebox) masih tetap penting meski kami berkolaborasi dengan UMKM," ujar William, dilansir dari beritajakarta.id, Kamis (1/10/2020).

Dia menjelaskan nantinya perbandingan antara pendapatan yang berasal dari bisnis non-farebox dengan farebox adalah 4:1. William menegaskan bahwa bisnis non-farebox tidak kalah penting untuk mencegah suatu bisnis mengalami kebangkrutan (kolaps).

"Ini bukan berarti bisnis farebox tidak penting. Ini sangat penting, tapi ini dilakukan untuk mencegah bisnis kolaps. Kalau untuk 2020 dengan perbandingan 4:1 estimasinya pemasukan dari farebox 20 persen dan 80 persennya itu kita dapat dari non-farebox," jelasnya.

Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, kata William, PT MRT Jakarta mulai mengembangkan bisnis yang tidak bergantung pada penjualan tiket, seperti mengoptimalkan media sosial, situs, dan kawasan stasiun sebagai media untuk menjadi platform para sponsor yang tertarik bekerja sama.

Hingga menyediakan lokasi bagi UMKM atau pun ritel untuk berdagang di sekitar kawasan MRT Jakarta.

"Itu yang sudah direalisasikan MRT Jakarta saat ini. Inovasi ke UMKM terus dilakukan," ucapnya.

Tidak berhenti sampai di situ, pihak PT MRT saat ini juga tengah menyiapkan ruang yang dapat disewa oleh warga Jakarta untuk bekerja dengan konsep 'co-working space' atau ruang kerja bersama yang berada di area stasiun.

"Untuk tahap awal co-working space nanti di stasiun HI, di dalam stasiun. Ini akan menjadi nilai tambah sendiri. Jadi prinsipnya harus berkolaborasi,” tutur dia.

“Hampir sebagian besar bisnis menderita di masa pandemi seperti ini. Oleh sebab itu, kita justru mencari dan mengajak mitra berkolaborasi," tambah William.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar