Yamaha

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Jika Ingin Isolasi Mandiri di Rumah

  Kamis, 01 Oktober 2020   Khoirur Rozi
Ilustrasi isolasi atau karantina Covid-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jakarta kini boleh menjalani isolasi mandiri di rumah. Padahal, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melarang adanya isolasi mandiri.

Ketentuan isolasi mandiri ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 979 Tahun 2020 dan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020. Melalui aturan tersebut, Pemprov DKI ingin isolasi mandiri berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menjelaskan, setiap orang yang ingin melakukan isolasi mandiri harus memenuhi sejumlah prosedur. Salah satunya adalah kelayakan rumah atau tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

Petugas kesehatan dari Pemprov DKI Jakarta akan meninjau langsung tempat isolasi mandiri. Jika dinyatakan layak, maka seseorang boleh menjalani isolasi di rumah. Sedangkan, jika tidak memenuhi ketentuan, maka harus isolasi di tempat yang telah disediakan Pemprov DKI.

“Bila kelayakan tempat isolasi tidak memadai, sedangkan untuk individu atau masyarakat tadi yang tidak bersedia dirujuk ke lokasi isolasi terkendali, maka petugas kesehatan menginformasikan kepada gugus tugas setempat, lurah atau camat untuk melakukan penjemputan paksa bersama Satpol PP, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait,” kata Widyastuti, Kamis (1/10/2020).

Kemudian, jika tempat telah dinyatakan layak, maka pasien boleh menjalani isolasi mandiri dengan menerapkan protokol kesehatan. Petugas kesehatan Pemprov DKI juga akan rutin memantau perkembangan pasien. Jika kondisi pasien memburuk, bakal dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

"Petugas kesehatan akan memantau secara berkala, jika kondisi memburuk, maka harus dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Lurah bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tingkat RT / RW juga mengawasi proses isolasi mandiri tersebut bersama Satpol PP, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait untuk melakukan penegakan hukum / disiplin bila terjadi pelanggaran,” jelasnya.

Adapun standar minimal atau kriteria tempat isolasi mandiri sebagai berikut:

1. Persetujuan dari pemilik rumah / fasilitas / penanggung jawab bangunan;

AYO BACA : Dinkes DKI Tetapkan Prosedur Isolasi Terkendali di Fasilitas Kesehatan Pemerintah

2. Rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 RT/RW setempat dan ditetapkan oleh; Lurah setempat selaku Ketua Gugus Tugas Kelurahan;

3. Tidak ada penolakan dari warga setempat;

4. Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Wilayah dapat menjamin pelaksanaan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan;

5. Hanya dihuni oleh orang terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan;

6. Lokasi ruang isolasi terpisah dengan penghuni lainnya;

7. Tersedia kamar mandi dalam;

8. Cairan dari mulut / hidung atau air kumur, air seni, dan tinja orang yang isolasi mandiri langsung dibuang di wastafel atau lubang air limbah toilet dan dialirkan ke septic tank;

9. Untuk peralatan makan, minum, dan peralatan pribadi lainnya yang digunakan oleh orang yang isolasi mandiri harus dicuci sabun / deterjen dan air limbah yang berasal dari cucian dibuang ke Saluran Pembuangan Air Limbah;

10. Tidak dalam permukiman yang padat dan terdapat jarak lebih dari 2 meter dari rumah lainnya;

AYO BACA : Pemprov DKI akan Jemput Paksa Pasien Covid-19 yang Tidak Penuhi Syarat Isolasi Mandiri

11. Kamar tidak menggunakan karpet / permadani;

12. Sirkulasi udara berjalan dengan baik dan nyaman;

13. Ketersediaan air bersih mengalir yang memadai;

14. Adanya jejaring kerja sama dengan Satuan Gugus Tugas (pemangku wilayah, TNI, Polri, dan Puskesmas setempat;

15. Terdapat akses kendaraan roda empat;

16. Bangunan dan lokasi aman dari ancaman bahaya lainnya, seperti banjir, kebakaran, maupun tanah longsor.

Sebagai informasi tambahan, kasus positif Covid-19 di Jakarta pada 30 September bertambah 953. Sehingga jumlah konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 74.368 kasus.

Dari jumlah kasus tersebut, pasien yang telah dinyatakan sembuh sejauh ini sebanyak 60.320 orang atau dengan tingkat kesembuhan 81,1%. Sementara jumlah pasien yang masih dirawat baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri sebanyak 12.317 orang.

Kemudian, persentase kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 2,3% atau setara 1.731 orang. Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menekan angka kematian ini agar korban tidak bertambah.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,3%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Selama berstatus pandemi Covid-19, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Adapun protokol itu di antaranya Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5 - 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.

AYO BACA : Jakpus Tambah Hotel Isolasi Pasien Corona OTG

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar