Yamaha

Tambah 4.317 Orang, Total Kasus Positif Covid-19 Indonesia Capai 292 Ribu (Update 2 Oktober 2020)

  Jumat, 02 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia masih tercatat melebihi 4 ribu kasus. Hari ini, Jumat (2/10/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 4.317 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Indonesia pertama kali mencatatkan kasus harian melebihi 4 ribu kasus pada 19 September 2020. Kasus tertinggi sejak kasus pertama pada 2 Maret terjadi pada 25 September yaitu sebanyak 4.823 kasus.

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 292.499 kasus. Angka itu termasuk 63.187 kasus dalam perawatan, 221.340 kasus sembuh, dan 10.972 kasus meninggal dunia.

Untuk wilayah DKI Jakarta, hingga berita ini diturunkan, Kemenkes belum merilis data terbaru untuk kasus harian per provinsi. 

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

26 September: 3.207 kasus

AYO BACA : Kerap Jadi Tempat Nongkrong, Kerumunan di Kolong Tol Becakayu Dibubarkan

27 September: 3.611 kasus

28 September: 3.509 kasus

29 September: 4.002 kasus

30 September: 4.284 kasus

1 Oktober: 4.174 kasus

2 Oktober: 4.317 kasus

AYO BACA : RSD Wisma Atlet Kemayoran Rawat 4.267 Pasien Positif Covid-19

Berbagai upaya dari pemerintah pusat hingga tingkat daerah sudah dilaksanakan hingga pemberian sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan.

Presiden Joko Widodo menginstruksikan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menyampaikan kepada Kepala Daerah agar menerapkan intervensi berbasis lokal dalam penanganan Covid-19.

Hal ini dikatakan Jokowi saat memberikan arahan rapat terbatas mendengarkan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Senin (28/9/2020).

“Yang berkaitan dengan intervensi berbasis lokal, ini perlu saya sampaikan lagi kepada Komite bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi, kabupaten, kota,” ujar Jokowi.

Menurutnya, pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown harus dilakukan di tingkat desa, kampung, RT, RW, perkantoran hingga pondok pesantren. Ia meyakini pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown akan lebih efektif jika dilakukan secara berulang untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Artinya pembatasan berskala mikro, baik di tingkat desa, tingkat kampung, tingkat RT, tingkat RW, atau di kantor atau di pondok pesantren, saya kira itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif,” ucap dia.

Pembatasan sosial berskala mikro kata Jokowi dilakukan agar tidak merugikan banyak orang. “Jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten atau apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” tegasnya.

AYO BACA : Pesan Dokter Reisa, Jangan Gunakan Masker Asal-asalan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar