Yamaha

Batik Garuda Nusantara 74 Meter Dibentangkan di Museum Nasional

  Sabtu, 03 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Kain Batik Nusantara. (Dok: YouTube/Batik Perdamaian Dunia)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Presiden Joko Widodo membentangkan Batik Garuda Nusantara (BGN) sepanjang 74 meter untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober. BGN merupakan batik bertemakan 'Mengusung Batik sebagai Branding Bangsa' yang digarap hasil kerja sama Yayasan Tjanting Batik Nusantara (TBN) didukung oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Motif yang tertuang dalam lembaran kain tersebut yakni Gurdo yang merepresentasikan simbol Garuda Pancasila sebagai Dasar Negera Republik Indonesia. Batik tersebut, pada 2019, dibuat untuk memperingati 10 tahun Batik yang diakui UNESCO sebagai waruisan budaya bangsa. Pengerjaanya pun membutuhkan waktu 12 bulan.

Dalam keterangan pers Istana Kepresidenan, Jumat (2/10/2020), pembentangan batik tersebut diselingi dengan motif batik tradisional lainnya seperti Parang, Kawung, Sekar Jagad dan Sudo Mukti dengan diakhiri dengan motif baru Garuda Nusantara.

AYO BACA : Hari Batik Nasional, Mendengar Kisah Pilu Para Pengrajin Batik Dihantam Pandemi Corona

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim secara resmi meluncurkan Sentral Pasar Digital Batik “Kuklik Batik”.

"Semoga kehadiran Kuklik Batik dapat membawa corak baru dalam upaya pemajuan kebudayaan,” ucap Mendikbud.

Mendikbud berharap kehadiran pasar digital ini membuka akses seluas-luasnya bagi peminat batik di Indonesia dan mancanegara agar tidak hanya mengangkat perkeonomian tetapi juga mendorong edukasi dan pelestarian batik.

AYO BACA : Hari Batik Nasional 2 Oktober, Wamendes PDTT: Kita Harus Bangga

“Jadikan insiatif ini sebagai contoh, perbanyak serta kembangkan terus,” ujar Mendikbud.

Kegiatan peringatan Hari Batik Nasional tahun ini diinisiasi oleh Yayasan Canting Batik Indonesia dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada kesempatan yang sama mengatakan sebagai bangsa Indonesia, masyarakat harus mampu merawat dan melestarikan serta mengenalkan batik Indonesia kepada dunia.

“Untuk itu kami sebagai garda terdepan diplomasi Indonesia, kami tidak pernah lelah untuk mempromosikan batik Indonesia ke masyarakat internasional. Kami para diplomat Indonesia di dalam setiap kesempatan kerap kali mengenakan pakaian seragam batik dan juga kain Nusantara lainnya,” ujarnya. 

AYO BACA : Mengenal Batik Khas Jakarta Pusat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar