Yamaha

Para Pengusaha Pusat Perbelanjaan di Kota Bekasi Minta Relaksasi Pajak

  Senin, 05 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi mal di Kota Bekasi saat pandemi corona/ Republika

KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Pembatasan jam malam di dunia usaha di Kota Bekasi diklaim memberikan dampak yang buruk bagi kondisi perekonomian para pemilik usaha. Sebab itu, pemilik usaha meminta adanya relaksasi pajak untuk meringankan beban ekonomi yang ditanggung karena pembatasan jam operasional.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Bekasi Kota Bekasi, Djaelani mengaku relaksasi pajak sedikit banyak akan meringankan beban para pemilik usaha. Ia memang sempat kesal karena pembatasan jam operasional tempat usaha dibatasi tanpa melakukan diskusi dan sosialisasi terlebih dahulu.

Tak pelak, para pengusaha pun mengalami penurunan pendapat secara drastis lantaran ditinggal pelanggan. Dijelaskan dia, masyarakat baru akan mendatangi lokasi usaha seperti mal dan tempat makan usai pulang kerja. Namun, tempat usaha justru dibatasi hingga pukul 18.00 WIB.

“Harapan kita tentunya ada relaksasi, dengan adanya pengurangan jam ini ada pengurangan juga dari pajak restoran, PBB, listrik, kemudian PPN,” kata Djaelani kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

AYO BACA : 286 Meter Kubik Sampah Diangkut Usai Jakarta Direrjang Banjir

Dia berharap, relaksasi tersebut dapat membantu operasional para tenant. Di samping itu, besaran PPN juga bisa digunakan untuk membayar gaji karyawan. 

Sejauh ini, kata Djaelani, keringanan pajak yang diberikan oleh pemerintah adalah PBB, yakni sebesar 10-15%. Namun, hal tersebut masih belum cukup.

“Pajak waktu itu ada relaksasi 10% sampai 15% PBB, yang lain belum. Kalau memang bisa dihilangkan untuk membantu operasional dari tenant-tenant,” ujar dia.

Pembatasan jam operasional lokasi usaha akan berdampak pada dirumahkannya banyak karyawan dan bahkan berujung pemutusan hubungan kerja (PHK). Djaelani menyebut pembatasan ini juga akan mengurangi setoran pajak yang hendak diberikan kepada pemda karena pendapatan yang sudah pasti berkurang. 

AYO BACA : Relaksasi Pajak Bumi Bangunan di DKI, Bisa Nyicil Sampai Akhir 2020

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar