Yamaha

18 Anggota DPR Positif Covid-19, Anies Minta Gedung DPR RI Ditutup

  Rabu, 07 Oktober 2020   Budi Cahyono
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di area komplek Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Minggu (9/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Sedikitnya 18 anggota dewan terpapar Covid-19. Upaya agar tak meluas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar gedung DPR RI ditutup sementara.

Satpol PP pun akan mendatangi Gedung DPR untuk memeriksanya, Rabu (7/10/2020).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan akan melakukan inspeksi untuk memastikan apakah DPR sudah menutup gedungnya.

Sebab, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 88 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), gedung yang menjadi klaster corona di Jakarta harus segera ditutup selama tiga hari.

"Ya nanti kita cek hari ini," ujar Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2020).

Arifin menilai seharusnya aturan penutupan gedung itu sudah diketahui oleh pihak DPR RI.

Karena itu ia akan memeriksanya terlebih dahulu mengenai penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di gedung wakil rakyat itu.

"Saya rasa mereka juga sudah tahu itu harusnya tutup," jelasnya.

Selain itu ia mengaku belum tahu mengenai adanya laporan anggota DPR yang positif corona.

Ia meminta hal ini dikonfirmasi lebih lanjut ke Dinas Kesehatan.

"Kalau itu tanya ke dinas kesehatan kalau mengenai covidnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut angkat suara setelah 18 anggota DPR RI positif corona setelah mengesahkan UU Cipta Kerja. Anies menyatakan seharusnya gedung itu ditutup selama tiga hari.

Ketentuan penutupan gedung klaster corona sendiri sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 88 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bukan hanya satu lantai, tapi satu gedung yang menjadi lokasi temuan kasus harus di-lockdown.

"Ketentuannya bahwa ketika ada kasus positif, maka di tempat itu kegiatan harus dihentikan selama tiga hari. Itu ketentuan yang harus dilaksanakan," ujar Anies.

Kendati demikian, Anies menyebut penutupan yang dilakukan bukan diseluruh kompleks DPR.

Hanya gedung yang ditemukan kasus corona ditutup dan sisanya boleh beroperasi.

"Makanya gedung tempat mereka bekerja itu yang harus ditutup. Bukan seluruh kompleknya," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar