Yamaha

Demo Omnibus Law Ciptaker Berdampak pada Penanganan Covid-19 di Jakarta

  Sabtu, 10 Oktober 2020   Khoirur Rozi
Pascademo dikhawatirkan muncul klaster baru di Jakarta. (dok)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Demonstrasi besar-besaran menolak Omnibus Law Cipta Kerja berdampak pada penanganan Covid-19 di Jakarta. Kerumunan massa dalam demo ini dikhawatirkan memicu klaster penularan Covid-19.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2020) malam. Zita mengkritisi keputusan DPR RI yang mengesahkan undang-undang tersebut di tengah pandemi Covid-19.

AYO BACA : Wakil Dewan DKI Sebut Omnibus Law Cipta Kerja Bermasalah

"Di tengah DKI sedang PSBB, Omnibus Law ketok palu. Saya yakin, para pemilik otoritas di pusat tahu dampak dari pengesahan ini, karena rakyat akan bereaksi protes turun ke jalan. Akhirnya orang-orang berkumpul lagi di Jakarta. Timbul klaster baru," kata Zita.

Menurut Zita, usaha masyarakat lepas dari Covid-19 selama ini seolah menjadi sia-sia dengan adanya pengesahan itu. Dia juga menilai pembentukan Omnibus Law tersebut terkesan terburu-buru dan bermasalah.

AYO BACA : Pascademo UU Cipta Kerja, Pemprov DKI Wacanakan Tes Massal Covid-19 di Instansi Pendidikan

"Usaha rakyat sia-sia sudah. Berbulan-bulan menahan diri di rumah, di-PHK, tidak boleh berdagang, penghasilan dipotong, makan berharap bansos,” ungkapnya.

“Tapi tidak dihargai. Kami bahu membahu untuk berhentikan penyebaran di Ibu Kota. Kasihan rakyat lapar. Namun tidak ada support dari semua pihak. Jika begitu, lebih baik rakyat dibiarkan bebas saja," sambungnya.

Oleh karena itu, Zita meminta pemerintah pusat dan DPR lebih bijak dalam mengambil keputusan di tengah pandemi ini. Dia juga berharap pemerintah berempati dengan kondisi masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.

"Saya harap pemerintah pusat juga bisa lebih berempati dengan rakyat Indonesia. Bijak melihat situasi adalah kunci, mendengarkan masukan dari tokoh dan organisasi-organisasi besar di Indonesia juga adalah kunci," ujarnya.

AYO BACA : Tegas!!! Wakil Ketua DPRD DKI Tak Sepakat dengan Omnibus Law Cipta Kerja

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar