Yamaha

Pascaricuh Demo Omnibus Law, Pasukan Hijau DKI Tata Kembali Taman dan Ornamen di Sejumlah Titik

  Sabtu, 10 Oktober 2020   Aini Tartinia
Pasukan Hijau menata kembali taman dan ornamen di beberapa kawasan Ibu Kota Jakarta yang rusak pascademonstrasi buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja/dok: beritajakarta.id

MENTENG, AYOJAKARTA.COM – Taman dan fasilitas umum menjadi korban dalam demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Pemprov DKI Jakarta mulai membenahi sejumlah taman dan fasilitas umumnya dengan mengerahkan pasukan hijau di kawasan Medan merdeka, Gambir, Menteng, Kebon Sirih, Jalan MH Thamrin, Tanah Abang, Suryopranoto.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Murcahyo, menyebutkan ratusan petugas ini didukung 76 unit armada terdiri dari truk sampah, truk penyiraman, pickup, mobil tangga, dan crane.

AYO BACA : Puluhan Tahun Diabaikan, Ketebalan Lumpur Saluran Air di Sunter Capai 1 Meter

“Fokus kegiatan yang dilakukan petugas di lapangan yakni, pemindahan aset pertamanan terdampak unjuk rasa seperti pot tanaman besar yang rusak dan pembersihan ornamen kota dari coretan atau vandalisme,” ujar Ivan dilansir beritajakarta.id, Jumat (9/10/2020).

Ivan mengaku, sejak tengah malam sesuai perintah Kepala Dinas, petugas lapangan lima wilayah kota disegerakan menyebar dan berperan aktif dalam pembersihan kota.

Pot-pot besar tanaman yang dirusak massa demo, dipindahkan dengan crane kemudian pembersihan coretan pada patung dan ornamen kota di sekitar Jalan Medan Merdeka dan Thamrin.

AYO BACA : 15 Titik Lampu Merah di Jakarta Rusak Berat Akibat Kericuhan Demo UU Cipta Kerja

Ivan menambahkan, penebalan petugas juga dilakukan pagi hari untuk percepatan pembersihan kota terhadap lokasi terdampak unjuk rasa, bersama dengan petugas kebersihan maupun satgas dari SKPD lain agar pelayanan publik bisa berjalan dengan lancar kembali.

“Petugas kami juga bantu mengangkut puing, pecahan kaca, kayu, dan sampah lainnya untuk saat penyisiran jalan-jalan pada lokasi terdampak. Petugas di lapangan juga kami lengkapi dengan alat kebersihan seperti thinner dan karung,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari mahasiswa dan buruh menggelar aksi demonstrasi penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR RI di beberapa lokasi di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia, Kamis (8/10/2020). Aksi itu pun berakhir ricuh.

Sejumlah perusakan dilakukan oleh massa aksi, seperti di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, Simpang Harmoni, dan Jalan MH Thamrin.

AYO BACA : 20 Halte Transjakarta Rusak, Kerugian Ditaksir Capai Rp55 Miliar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar