Yamaha

Libur Panjang pada Oktober Berpotensi Timbulkan Klaster Baru, Begini Penjelasan Anies

  Sabtu, 10 Oktober 2020   Budi Cahyono
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Libur panjang pada akhir Oktober menjadi kekhawatiran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bisa menimbulkan klaster baru Covid-19.

"Karena itulah saya berharap kepada semuanya antisipasi karena akhir bulan ini ada libur panjang," kata Anies, Sabtu (10/10/2020)

AYO BACA : Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Naik 1.259 Kasus (Update 10 Oktober 2020)

Anies menyatakan berdasarkan analisa lonjakan penyebaran Covid-19 pada awal September disebabkan libur panjang pada Agustus.

Ia mengharapkan seluruh masyarakat Jakarta mengantisipasi libur panjang agar tidak membentuk klaster baru pada lapisan keluarga.

AYO BACA : Cegah Klaster Baru, Pemkot Jakarta Timur Tambah Tempat Pengungsian Korban Banjir

Diungkapkan Anies, libur panjang terkait Hari Maulid Nabi itu bersamaan dengan cuti bersama pada Rabu dan Jumat.

"Ada cuti bersama Rabu dan Jumat, ada lima hari libur, saya imbau kepada seluruh masyarakat jangan sampai timbul klaster keluarga yang sangat besar karena libur bersama," ucap Anies.

Saat ini, Anies masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta dengan aturan relatif ketat hingga 11 Oktober 2020.

Pemprov DKI Jakarta membatasi aktivitas masyarakat seperti perkantoran wajib menerapkan maksimal pekerja masuk sebanyak 25 persen hingga tidak diperbolehkan makan di tempat untuk restoran dan rumah makan.

AYO BACA : Demo Omnibus Law Ciptaker Berdampak pada Penanganan Covid-19 di Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar