Yamaha

JAKARTA PSBB TRANSISI: Ini Pedoman Beribadah pada Masa Transisi

  Senin, 12 Oktober 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Ibadah di tengah pandemi Covid-19. (Ayobandung/dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Terjadi beberapa perubahan peraturan dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang dimulai Senin (12/10/2020), hingga 25 Oktober 2020.

Pemprov DKI Jakarta kembali meneritkan pedoman beribadah pada masa PSBB Transisi.

Salah satunya, menurut data yang diberikan Pemprov DKI Jakarta pada Minggu (11/10/2020), khusus tempat ibadah raya diwajibkan melaksanakan pencatatan pengunjung, baik dengan buku tamu maupun sistem teknologi.

AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Mobil Pribadi Diizinkan Terisi Penumpang 100%, Ini Aturannya

Hal tersebut guna penelusuran kontak jika terdapat kasus penyebaran positif Covid-19 di tempat ibadah tersebut

Selain itu, seluruh tempat kegiatan peribadatan dibuka dengan kapasitas jemaah maksimal 50 persen. Pengetatan aturan dikembalikan sesuai instansi keagamaan masing-masing.

Sedangkan tempat ibadah yang digunakan untuk pernikahan, merujuk pada ketentuan tentang fasilitas pernikahan.

AYO BACA : PSBB Transisi, Tempat Hiburan dalam Ruang Jakarta Bisa Beroperasi

Pemprov DKI juga mewajibkan untuk memberlakukan protokol pencegahan Covid-19, yaitu:

1. Hygiene

  • Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS);
  • Wajib menggunakan masker di luar rumah;
  • Rutin desinfeksi fasilitas;
  • Menghindari kontak fisik dengan mengutamakan cashless payment dan transaksi secara daring;
  • Bila ditemukan klaster (bekerja bersama, berinteraksi dekat) di sebuah tempat kerja, maka wajib melakukan penutupan tempat kerja selama 3 x 24 jam untuk desinfeksi.

2. Physical-Distancing

  • Sebisa mungkin tetap WFH, setiap bisnis wajib menyiapkan "COVID-19 Safety Plan";
  • Menjaga jarak aman 1 - 2 meter antarorang, dan mencegah terjadinya kerumunan.

3. Contact Tracing

  • Wajib melakukan pencatatan data seluruh pengunjung dan pegawai, dengan buku tamu atau sistem teknologi informasi;
  • Penggunaan teknologi di semua bidang untuk membantu contact tracing;
  • Bersedia untuk membantu petugas contact tracing jika diminta.

4. Pendataan: Setiap sektor wajib melakukan pendataan pengunjung.

AYO BACA : Jakarta Kembali PSBB Transisi hingga 25 Oktober, Simak Aturan Barunya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar