Yamaha

Awal November Jalur Pendakian Gunung Slamet Kembali Dibuka

  Senin, 12 Oktober 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi jalur pendakian Gunung Slamet (ist)

BANYUMAS, AYOJAKARTA.COM -- Dalam waktu dekat jalur pendakian Gunung Slamet segera dibuka kembali setelah statusnya diturunkan dari level II (waspada) menjadi level I (normal).

Hal tersebut pastinya menjadi kabar gembira bagi para pendaki yang sudah lama vakum karena pandemi Covid-19.

Meski tidak lama lagi akan dibuka, namun menurut Junior Manajer Perhutani KPH Banyumas Timur, Sugito aktivitas belum diperbolehkan sampai puncak.

AYO BACA : Kawasan Wisata Ancol Dibuka Kembali Mulai Hari Ini, Pengunjung Luar DKI Boleh Datang

"Berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), radius aman 1 kilometer dari kawah. Jadi hanya diperbolehkan hingga plawangan," katanya, Minggu (11/10/2020).

Menurut Sugito, sebelum benar-benar dibuka ada syarat khusus bagi pengurus tiap basecamp yang harus dipenuhi. Pihaknya meminta agar tanda batas aman dipasang terlebih dahulu. Hal ini untuk keselamatan pendaki.

"Sampai hari ini, ada sejumlah basecamp di wilayah KPH Banyumas Barat dan Pekalongan Barat yang telah memasang tanda tersebut. Kalau yang belum katanya akan dilakukan dalam waktu dekat," jelasnya.

AYO BACA : Jakarta PSBB Lagi, Pariwisata KBB Dikhawatirkan Kembali Terpuruk

Lebih lanjut, Sugito menjelaskan nantinya semua pendaki, baik personal atau kelompok harus tandatangan surat pernyataan, apabila melintas batas aman menjadi tanggungjawab pribadi, baik keselamatan maupun evakuasi.

Namun, khusus untuk jalur pendakian melalui Basecamp Bambangan, Desa Serang, Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, baru akan dibuka akhir Oktober atau awal November 2020.

"Kami akan menata dulu jalur itu, sehingga bisa lebih aman dan nyaman digunakan sebagai jalur pendakian," ujarnya.

Sebelumnya, jalur pendakian gunung tertinggi di Provinsi Jawa Tengah itu sempat ditutup selama kurang lebih satu tahun.

 Hal tersebut karena berdasarkan catatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) status Gunung Slamet berada pada level II (waspada).

Namun pada Jumat (9/11/2020) status Gunung Slamet diturunkan menjadi Level I (normal) seiring penurunan dengan penurunan aktivitas pada bibir kawah.

AYO BACA : Mengenal Wisata Edukasi di Kampung Tajur Purwakarta dengan Kearifan lokal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar