Yamaha

Denda Pelanggar PSBB Ketat di Jakarta Terkumpul Rp 477 Juta

  Selasa, 13 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
sebagai ilustrasi pelanggar PSBB Ketat di Jakarta/ Suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Arifin mengatakan, denda yang terkumpul bagi para pelanggar PSBB ketat DKI Jakarta mencapai Rp Rp 477.445.000.

Dirincikan dia, pada 14 September-11 Oktober, ada 37.863 pelanggaran penggunaan masker. Mereka dihukum melakukan kerja sosial atau membayar denda.

Rinciannya, ada 35.525 orang yang memilih menjalani hukuman kerja sosial membersihkan fasilitas publik dan 2.338 sisanya membayar denda.

AYO BACA : Pemkot Bekasi Setuju Bioskop Dibuka Lagi

"Denda yang dibayarkan atas pelanggaran masker ada Rp 384.345.000," ujar Arifin saat dihubungi, Selasa (13/11/2020).

Selanjutnya, ada juga 845 pelanggaran PSBB yang dilakukan rumah makan. 65 usaha di antaranya dikenakan denda karena terbukti tak mematuhi aturan.

Lalu, ada juga 554 rumah makan atau restoran yang dihukum sanksi penutupan selama tiga hari. Sisanya, 226 tempat usaha makanan ini diberikan teguran tertulis oleh petugas.

AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Hari Ini Ragunan Resmi Dibuka untuk Umum. Operasional Sampai Pukul 14.00

"Untuk denda rumah makan, yang dibayarkan ada Rp 85.100.000," kata Arifin.

Sementara itu, untuk sektor perkantoran, terdapat 229 pelanggaran selama PSBB ketat. Rinciannya ada 159 kantor yang ditutup selama tiga hari, 4 perusahaan dikenakan denda, dan 66 sisanya diberikan teguran tertulis.

"Sedangkan (denda) tempat kerja atau kantor Rp 8.000.000," pungkasnya.

Total denda yang diterima DKI dari pelanggaran penggunaan masker, rumah makan, dan perkantoran yang didapatkan hanya selama masa PSBB ketat adalah Rp 477.445.000.

Kini, setelah mengakhiri PSBB Ketat, Pemprov DKI melaksanakan kembali PSBB Transisi fase II hingga 25 Oktober mendatang.

AYO BACA : Bio Farma Sebut Harga Vaksin Corona Rp 200 Ribu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar