Yamaha

LIGA 1: Direncanakan Kick-off 1 November, Begini Tanggapan Ketum PSSI

  Selasa, 13 Oktober 2020   Budi Cahyono
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (Ayojakarta.com/Budi Cahyono)

YOGYAKARTA, AYOJAKARTA.COM –-- PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan kelanjutan kompetisi Liga 1 dalam Extraordinary Club Meeting di Royal Ambarukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (13/10/2020).

Disepakati tiga poin utama terkait keberlanjutan kompetisi Liga 1 di tengah pandemi Covid-19. Ketua Umum PSSI, Moch Iriawan mengatakan, dalam pertemuan tersebut sudah diputuskan jika tim-tim Liga 1 menginginkan kompetisi kembali dilanjutkan.

“Tentunya kami memberikan apresiasi terhadap Pak Presiden. Beliau sangat perhatian terhadap persepakbolaan, kemudian juga dalam perkembangannya semua akan mengikuti protokol kesehatan yang ada,” kata Iriawan usai pertemuan saat ditemui Ayojakarta.

“Tentunya ini kesepakatan bersama, semoga ada penurunan kasus Covid-19, sehingga apa yang diinginkan oleh teman-teman kompetisi ini bisa bergulir kembali. Semoga 1 November ini, ini harapan besar dari teman-teman, komponen sepak bola yang ada,” sambungnya.

Iwan Bule, sapaan karib Iriawan menambahkan, PSSI optimistis kompetisi bisa dilanjutkan di tengah pandemi. Tolok ukurnya status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan menurunnya angka Covid-19 di Indonesia.

“Jakarta sudah menurunkan PSBB-nya, sudah dibuka tempat tempat hiburan, bahkan bioskop juga. Ini awal baik untuk kompetisi bisa berjalan kembali, dan Yogyakarta tetap menjadi tempat pertandingan bagi klub-klub yang memilih homebase di sini, karena hampir semua klub di luar Pulau Jawa memilih untuk di Yogyakarta,” tutur Iwan Bule.

Izin Kepolisian

Disinggung soal izin kepolisian untuk kelanjutan kompetisi, Iwan Bule menjelaskan, dari awalnya pihaknya sudah memohon kepada pemerintah dan kepolisian untuk bisa memberikan izin kepada PSSI dan LIB untuk menggelar kompetisi pada 1 November.

“Sekarang sudah kelihatan ada penurunan Covid, parameternya adalah Jakarta sudah dibuka dari PSBB. Pasti ini akan menjadi kajian dari pihak kepolisian, karena ekspektasi sepak bola luar biasa, dan memang efek dari penundaan ini besar sekali baik kepada pelatih, pemain, dan seluruh stakeholder yang berkaitan dengan sepak bola, ada sponsor dan semua,” ucapnya.

Tidakn hanya itu, suporter pun juga berharap kompetisi kembali bergulir dan pihaknya meminta kepada suporter tetap mematuhi anjuran pemerintah dengan menyaksikan pertandingan lewat layar televisi.

“Dan saya minta dengan hormat kepada suporter, khususnya yang punya basis fans yang besar, tolong diikuti anjuran dari kami selaku federasi sebagai yang dipercaya, untuk nonton di rumah saja, di televisi, karena ini disiarkan secara langsung,” pungkas Iwan Bule.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar