Yamaha

Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kota Bekasi Terkatung-katung, hanya Dilayani Satpam dan Petugas Kebersihan

  Rabu, 14 Oktober 2020   Firda Puri Agustine
sebagai ilustrasi pusat pelayananan BPJS TK/ Suara.com

KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan di Jalan Pramuka 29 Marga Jaya Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mendapatkan komplain keras dari sejumlah ahli waris. Pasalnya, hanya ada petugas keamanan atau satpam dan petugas kebersihan yang ditempatkan pada bagian informasi.

Salah satu ahli waris yang enggan disebut namanya mengaku tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan lantaran ada beberapa informasi yang tidak lengkap. Itu menyebabkan ketidakefektifan dalam melengkapi berkas bagi ahli waris. Padahal, ia harus mengurus klaim jaminan sosial milik suaminya yang sudah meninggal.

"Kaya security sama cleaning service kan tugasnya perantara doang. Enggak ada sama sekali petugas dari BPJS-nya yang ada di depan ketemu langsung sama peserta atau ahli waris. Ini gimana pelayanan begini? Harusnya petugas BPJS itu yang di depan karena dia yang tahu informasi secara jelas dan detail," katanya kepada Ayobekasi.net - bagian dari Ayo Media Network, Selasa (13/10/2020) sore.  

Pantauan Ayobekasi.net di lokasi, peserta yang ingin mengajukan klaim memang hanya ditemui oleh sejumlah petugas keamanan di bagian depan dan petugas kebersihan di bagian belakang. Hal ini diketahui dari name tag yang dikalungkan di leher.  

Khusus petugas kebersihan, mereka memakai seragam BPJS Ketenagakerjaan. Tugas mereka adalah menerima berkas, memberi nomor antrean, memanggil peserta, kemudian membawa kembali berkas peserta yang dianggap tidak lengkap.  

Sementara, satpam di bagian depan, selain menjaga ketertiban, juga diamanatkan tugas tambahan memeriksa berkas peserta dan memberi nomor antrean. Tugas itu tak berbeda dengan petugas kebersihan di bagian belakang. 

AYO BACA : Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harga Jajaran iPhone 12, Bisa Pesan Jumat Lusa!

Lalu, dimana pegawai BPJS Ketenagakerjaan-nya? Dalam pengamatan, mereka berada di dalam ruangan untuk memberi pelayanan khusus kepada peserta atau ahli waris yang dianggap memenuhi persyaratan atau berkasnya dinyatakan lengkap. 

"Harusnya pegawai BPJS-nya langsung juga harus ada di depan sebagai jembatan komunikasi antara peserta dengan staf bagian klaim. Ini kita mau tanya cuma bisa sampai security sama cleaning service yang mereka juga enggak dibekali pengetahuan yang cukup untuk mengakomodir pertanyaan kita," ujar salah satu peserta lain yang berada di lokasi. 

Salah satu petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, manajemen BPJS Ketenagakerjaan Bekasi memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kepada mayoritas pegawai. Alhasil, pelayanan menjadi sangat lambat dan merugikan peserta. 

"Iya tolong maklum soalnya pegawainya cuma ada dua orang di dalem yang meriksain berkas," ujar dia. 

Dia menjelaskan, dalam sehari pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Hanya ada dua pegawai yang bekerja di kantor, hingga pukul 17.00 WIB, sehingga masih ada peserta yang belum terlayani.  

"Kami juga enggak mau mempersulit peserta, karena pegawai di dalam pun bekerja maksimal kepingin cepat juga," katanya. 

Ayobekasi.net sedang berusaha meminta klarifikasi dari manajemen BPJS Ketenagakerjaan Bekasi. Namun, hingga Rabu (14/10/2020) pagi belum berhasil mendapat informasi. 

AYO BACA : Pembangunan LRT Jabodebek Dikebut, Progres Capai 77 Persen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar