Yamaha

Aksi Demo 1310 Hasilkan 17,5 Ton Sampah, Sebagian Besar Sampah Plastik

  Rabu, 14 Oktober 2020   Aini Tartinia
Road sweeper Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengangkut sampah pascademo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Selasa 13 Oktober 2020/dok: Twitter @dinaslhdki

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM –  Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKIJakarta membersihkan sebanyak 17,5 ton sampah setelah aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Ibu Kota pada Selasa (13/10/2020).

Sebagian besar sampah tersebut adalah plastik yang jelas telah dilarang digunakan Pemprov DKI sejak 1 Juli 2020.    

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, sampah yang berserakan setelah unjuk rasa tolak Omnibus Law Cipta Kerja sebanyak 17,5 ton atau 47,43 meter kubik.

AYO BACA : Kasus Aktif dan Harian Covid-19 di DKI Jakarta Menurun (Update 14 Oktober 2020)

“Sebagian besar sampah plastik kemasan makanan dan minuman,” kata Andono dilansir beritajakarta.id, Selasa (13/10/2020).

Andono menjelaskan, setelah aksi demonstrasi pihaknya langsung menerjunkan 500 petugas Dinas Lingkungan Hidup yang tersebar di sejumlah lokasi.

Di antaranya di Jalan Medan Merdeka Barat tepatnya depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Timur, Tugu Tani, sekitar Jalan Budi Kemuliaan, dan kawasan simpang Senen.

AYO BACA : 5 Titik akan Jadi Prioritas Pencegahan Banjir Pemerintah Kota Jakarta Barat

Selain itu, lanjut Andono, pihaknya juga mengerjakan sejumlah alat, di antaranya, 12 unit penyapu jalan otomatis (road sweeper), 12 unit pikap, 11 unit truk sampah anorganik, dan 25 unit truk sampah tiper.

“Lalu kami juga siapkan 650 karung dan 250 sapu," ujarnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja dilakukan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam yang di antaranya Presidium Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

Aksi unjuk rasa tersebut dihelat di kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga depan Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat.

AYO BACA : Berniat Mengunjungi Taman di Masa PSBB Transisi DKI Jakarta? Simak Syarat dan Ketentuan Ini!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar