Yamaha

Tak Sediakan Thermo Gun, Satpol PP Segel Tempat Makan di Tanjung Priok

  Kamis, 15 Oktober 2020   Aini Tartinia
sebagai ilustrasi penutupan lokasi usaha di Jakarta/ instagram: satpolpp.dki

TANJUNG PRIOK, AYOJAKARTA.COM – Tim pengawasan dan penindakan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi Kecamatan Tanjung Priok melakukan pengawasan di sejumlah tempat usaha yang berada di Jalan Bugis, Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Tanjung Priok, Evita Wahyu Pancawati mengatakan, meskipun telah diberi kelonggaran dengan PSBB transisi, akan tetapi masih banyak pelaku usaha yang melakukan pelanggaran.

“Dari tiga tempat usaha kuliner yang kita pantau ada satu rumah makan yang disegel dan ditutup sementara karena tidak mematuhi ketentuan protokol kesehatan seperti kapasitas kursi yang melebihi dan tidak tersedia thermo gun,” kata Evita dilansir utara.jakarta.go.id, Rabu (14/10/2020).

Evita menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan monitoring aktivitas masyarakat secara rutin di sejumlah lokasi selama masa pemberlakuan PSBB transisi yang mengacu pada Pergub No.101 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Pergub No.79 Tahun 2020.

Termasuk Kepgub No.1020 Tahun 2020 tentang pemberlakuan PSBB pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif. Dimana penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Bagi para pelanggar akan tetap dikenakan sanksi yang tegas. Tetap waspada dan ikuti anjuran pemerintah dengan gerakan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan yang menjadi upaya pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali PSBB Transisi, pada 12 Oktober 2020. Bersamaan dengan itu, maka restoran, rumah makan, kafe dan sejenisnya juga sudah diperbolehkan kembali melayani makan atau minum di tempat.

“Keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif dan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid 19,” kata Anies dalam keterangan persnya, Minggu (11/10/2020).

Namun, ada yang mesti diperhatikan oleh pihak restoran, rumah makan, kafe dalam masa PSBB transisi. Pada layanan makan di tempat, hanya diperbolehkan dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, sementara untuk layanan antar (delivery) bisa dilakukan 24 jam.

Sementara itu, ada enam ketentuan khusus yang harus dijalani oleh pihak rumah makan selama masa PSBB transisi ini:

1. Maksimal pengunjung dan petugas maksimal 50% dari kapasitas.

2. Pelayan diwajibkan memakai masker, pelindung wajah (face shield) dan sarung tangan.

3. Jarak antarmeja dan kursi minimal harus 1.5 meter, kecuali untuk yang satu domisili.

4. Pengunjung dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang (melantai).

5. Alat makan dan minum harus disterilisasi secara rutin.

6. Restoran yang memiliki izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) live music atau pub dapat menyelenggarakan live music dengan catatan pengunjung duduk di kursi berjarak, tidak berdiri atau melantai serta tidak menimbulkan kerumunan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar