Yamaha

BLT UMKM: Penjual Gorengan Bisa Dapat 2,4 Juta! Simak Syaratnya!

  Jumat, 16 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi pelaku UMKM/ Suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Bantuan Presiden (Banpres) tahap 2 sudah dibuka pada 13 Oktober lalu. BLT kali ini dikhususkan untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tahap 2 akan ditutup pada 25 November mendatang. Pendaftaran di tahap 2 BLT UMKM ini disediakan untuk 3 juta pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

Lantas bagaimana kriteria dan syarat untuk mendapatkan uang tunai sebesar Rp 2,4 juta per penerima ini? Berikut Ayojakarta rangkum syarat dan kriterianya:

1.     Warga Negara Indonesia

2.     Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

3.     Memiliki Usaha Mikro (berdagang, menjahit, bengkel, penjual gorengan, dan lainnya)

4.     Bukan Pegawai Negeri Sipil, TNI/Polri, BUMN, dan BUMD

5.     Memiliki kredit di bank

AYO BACA : PENCAIRAN BLT (BSU) TERMIN 2: Alurnya Bisa Lebih Pendek untuk Sampai Rekening Termasuk BCA Kalian

6.     Wajib memiliki saldo di bank penyalur (biasanya BRI) kurang dari Rp 2 juta

7.     Wajib memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU)

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, bantuan uang tunai sebesar Rp 2,4 juta per penerima di tahap 2 ini, telah mulai dicairkan pada pekan lalu.

"Kami sudah mulai menyalurkan untuk 3 juta berikutnya. Anggaran juga sudah kami terima dari Kementerian Keuangan, karena itu sudah bisa kami jalankan," ungkap Teten dalam konferensi pers secara virtual, beberapa waktu lalu.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk penanganan pandemic Covid-19 sebesar Rp 695,2 Triliun. Dana tersebut dialokasikan di berbagai sektor yang terdampak Covid-19.

Adapun lebih rinci, bantuan sosial (Bansos) untuk per orang sebesar Rp 203,9 triliun, untuk UMKM sebesar Rp 123,46 Triliun, untuk insentif usaha Rp 120,61 Triliun, kementerian/lembaga pemerintah daerah Rp 106,11 Triliun, untuk sektor kesehatan sebesar Rp 87,55 Triliun, dan pembiayaan korporasi sebesar Rp 53,55 Triliun.

Untuk UMKM, pemerintah telah menyalurkan Banpres untuk 9 juta UMKM dengan dana yang dikucurkan sekitar Rp 21 Triliun. Dengan tambahan 3 juta UMKM di tahap 2 ini, berarti total dana yang akan dikeluarkan pemerintah sekitar Rp 28 Triliun.

Nantinya penyaluran banpres produktif dilakukan melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI. Sebelum disalurkan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dukcapil memeriksa identitas calon penerima terlebih dahulu.

AYO BACA : Jika Ada Karyawan Positif Covid-19, Perusahaan Wajib Menanggung Biaya Tes dan Menutup Kantor 3 Hari

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar