Yamaha

Dirut MRT Ungkap Butuh Banyak Dukungan untuk Bangun TOD

  Jumat, 16 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
Suasana penumpang MRT (dok Republika)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) tetap akan melanjutkan pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di sepanjang jalur MRT Jakarta.

Kendati begitu, tidak menampik bahwa pembangunan TOD membutuhkan dukungan dari berbagai sektor dan elemen.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar, menuturkan kawasan TOD didesain untuk mengintegrasikan transportasi publik dengan kegiatan masyarakat dan ruang publik.

AYO BACA : Layanan MRT Lebak Bulus Grab Hingga Bundaran HI Kembali Normal

"Ini adalah era baru di mana MRT Jakarta memberi stimulus sekaligus menjadi katalis bagi proses regenerasi kota dengan konsep transit oriented development (TOD)," ujar William dilansir dari beritajakarta.id, Kamis (15/10/2020) malam.

Dia menuturkan, untuk mengimplementasikan kawasan TOD, pihaknya bersama PT. ITJ, bertugas melakukan kerja sama, mengawasi, melakukan peningkatan dan mengembangkan investasi di kawasan TOD.

"Kunci dari pengelolaan dan pengembangan kawasan TOD adalah perlunya sinergi antar stakeholders," katanya.

AYO BACA : Ibu Kota Hujan Terus, Ini Persiapan MRT Jakarta Atasi Potensi Genangan Air

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, menambahkan bahwa pengembangan kawasan TOD juga harus melibatkan masyarakat, pengembang, investor, hingga masyarakat luas, sehingga pengembangannya dapat berjalan dengan baik.

"Kami juga akan melakukan sosialisasi seluas-luasnya agar setiap stakeholders memiliki pemahaman yang sama tentang substansi dan kedalamannya sehingga kita akan semakin akuntabel," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta, Heru Hermawanto, menyampaikan PT MRT Jakarta berperan besar dalam pengembangan kawasan TOD.

"Akan terjadi peningkatan nilai dan harga lahan di sekitar stasiun. Peningkatan permintaan membangun di sekitar simpul sebagai sub-pusat kegiatan kota juga akan mendorong pembangunan kota secara vertikal sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan," tandasnya.

Sebelumnya, PT MRT dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membuat anak perusahaan baru bernama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ). ITJ bertugas untuk mengelola kawasan berorientasi transit antarmoda transportasi di DKI Jakarta.

“PT ITJ merupakan anak perusahaan kolaborasi PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta yang dibentuk untuk mengelola kawasan berorientasi transit dan peluang peningkatan intensitas sebagai salah satu bentuk insentif dalam pembangunan kawasan TOD melalui perencanaan yang dilakukan oleh pengelola kawasan sepanjang koridor MRT Jakarta,” ujarnya, Selasa (6/10/2020).

AYO BACA : MRT Jakarta Fase 2A Berpotensi Mundur ke Tahun 2027, Wagub Ariza Minta Terobosan Baru Untuk Percepat Pembangunan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar