Yamaha

Akhir Oktober atau Awal November: BLT Termin 2 Cair, Prakerja Gelombang 11 Dibuka, BLT Guru Honorer Mulai?

  Sabtu, 17 Oktober 2020   Eries Adlin
Akhir Oktober atau Awal November: BLT Termin 2 Cair, Prakerja Gelombang 11 Dibuka, BLT Guru Honorer Mulai? (ilustrasi)/republika/prayogi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Akhir Oktober atau awal November menjadi momentum lanjutan penyaluran aneka bantuan dari pemerintah sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional. Kebijakan seperti BLT termin 2, program Kartu Prakerja gelombang 11 dan rencana BLT guru honorer dijadwalkan meluncur pada periode tersebut.

Bantuan langsung tunai (BLT), kemudian disebut bantuan subsidi upah (BSU), pekerja dan buruh formal memasuki pencairan Rp1,2 juta termin kedua. Kartu Prakerja gelombang 1 sampai 10 sudah tuntas. Sementara itu, BLT untuk guru honorer masih dalam pembahasan. Ketiga stimulus itu direncanakan berlanjut akhir Oktober atau awal November.

Berikut ini Ayojakarta sarikan perkembangan program BLT pekerja dan buruh formal termin 2, program Kartu Prakerja gelombang 11, dan rencana penyaluran BLT untuk guru honorer di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag):

PRAKERJA GELOMBANG 11

Salah satu program yang paling dinikmati dan diminati banyak orang adalah Kartu Prakerja yang untuk sementara berakhir sampai dengan gelombang 10. Kebijakan tersebut mulai diluncurkan pada April 2020.

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahuddin, mengatakan pihaknya menargetkan Kartu Prakerja gelombang 11 dapat dibuka pada akhir Oktober 2020. Namun, sebelum rencana tersebut dapat dilaksanakan, pihaknya masih menunggu keputusan final dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang sekaligus menjadi Ketua Komite Cipta Kerja, Airlangga Hartanto.

“Intinya kita terbuka dan siap apabila kita diminta untuk membuka gelombang 11. Kita harus segera mengerjakan, tapi mungkin sebelum akhir bulan Oktober ini kita harus menyelenggarakan untuk pembukaan gelombang ke 11,” ungkap Rudy dalam Webinar Kartu Prakerja, Rabu (14 Oktober 2020).

Lebih lanjut, kuota yang nantinya akan dipakai untuk peserta di gelombang 11 berasal dari kuota peserta di gelombang 1 hingga 10 yang kepesertaannya dicabut karena melanggar aturan. Pelanggaran aturan yang dimaksud adalah para peserta tidak membeli pelatihan pertama dalam kurun waktu 30 hari sejak ditetapkan menjadi penerima Kartu Prakerja.

“Jadi gelombang 11 itu, sebenarnya kita juga masih ada yang dicabut kepesertaannya. Dan itu sudah dikembalikan ke Kementerian Keuangan anggarannya. Nah kami masih menunggu keputusan dari Komite Cipta Kerja, dalam waktu dekat mungkin akan diumumkan.”

Berikut Ayojakarta rangkum cara mendaftar Kartu Prakerja gelombang 11:

• Masuk ke laman prakerja.go.id

• Masukkan nama lengkap, alamat e-mail, dan kata sandi

• Cek email masuk dari Kartu Prakerja untuk aktivasi. Setelah itu, kembali ke laman prakerja.go.id

• Masukkan e-mail dan kata sandi yang baru dibuat

AYO BACA : LIVE MANCHESTER CITY VS ARSENAL: Liga Inggris 17 Oktober (Jadwal, Preview & Prediksi, Hasil, Gol, Skor, Live Mola TV)

• Masukkan nomor KTP dan tanggal lahir

• Klik tombol 'berikutnya'

• Isi data diri di form pengisian (nama lengkap, alamat e-mail, alamat tempat tinggal, alamat domisili, pendidikan, status kebekerjaan, foto KTP, lalu klik 'berikutnya'

• Masukkan nomor telepon dan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS oleh pihak Prakerja

• Mengisi tes motivasi selama 1 menit

• Tunggu email pemberitahuan setelah tes selesai dikerjakan

• Jika sudah mendapat e-mail pemberitahuan, kembali ke laman prakerja.go.id, dan klik pada tulisan 'gabung ke gelombang 11' (jika sudah dibuka).

Lalu, bagaimana cara bagi yang gagal di gelombang sebelumnya dan ingin kembali mendaftarkan diri di gelombang 11? Berikut tata cara bagi peserta yang akan daftar kembali namun sudah mempunyai akun prakerja:

• Masuk ke laman prakerja.go.id

• Masukkan email dan kata sandi yang sudah dibuat sebelumnya

• Menuju ke laman dashboard di profil Prakerja masing-masing

• Peserta dapat langsung klik 'gelombang 11' (jika sudah dibuka).

Nantinya, pendaftar terpilih berhak mendapatkan total bantuan sebesar Rp 3,55 juta. Adapun rinciannya yaitu Rp1 juta untuk saldo pembelian pelatihan (tidak bisa dicairkan), Rp600 ribu selama 4 bulan, dan Rp150 ribu dari survei atau rating.

BLT TERMIN 2

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebut jadwal pencairan BLT atau BSU Rp1,2 juta termin 2 untuk pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta per bulan ditargetkan akhir Oktober atau awal November.

Penerima BLT atau BSU pekerja dan buruh formal mendapatkan dana senilai Rp2,4 juta. Namun, penyalurannya dilakukan dalam dua termin. Untuk termin 1, dana yang akan dikucurkan sebesar Rp1,2 juta. Begitu juga dengan termin 2.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 12 Oktober 2020, sebanyak 11,9 juta pekerja sudah mengantongi BLT atau BSU dari pemerintah. Jumlah tersebut merupakan hasil penyaluran subsidi upah dari tahap 1 sampai dengan tahap 5.

Berikut ini rincian penerima BLT atau BSU pekerja dan buruh formal:

Tahap 1:  2,48 juta orang (99,43% dari total penerima)

Tahap 2: 2,98 juta orang (99,38% dari total penerima)

Tahap 3: 3,47 juta orang (99,32% dari total penerima)

Tahap 4: 2,57 juta orang (97,20% dari total penerima)

Tahap 5: 427 ribu orang (69,03% dari total penerima)

BLT GURU HONORER

Awalnya, pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp37,7 triliun untuk BLT kepada pekerja dan buruh formal yang bergaji di bawah Rp5 juta. Targetnya, dana itu disalurkan untuk 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Ketenagakerjaan), sekarang disebut BPJamsostek, per 30 Juni 2020.

Namun, menurut Kemnaker, ada sekitar 3,5 juta calon penerima yang tidak lolos verifikasi dan validasi baik di BPJamsostek maupun Kemnaker.

“Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke Bendahara Negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemdikbud maupun Kemenag,” ujar Menaker Ida Fauziyah dalam beberapa kesempatan.

Kapan BLT atau BSU untuk guru honorer di Kemendikbud dan Kemenag cair? Belum ada penjelasan resmi dari pemerintah meski Presiden Jokowi sudah menyatakan keinginan itu pada 14 September 2020.

Keinginan memberikan BLT kepada seluruh pegawai honorer—termasuk guru dan tenaga pendidik—disampaikan Presiden pada rapat terbatas tentang penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Namun, lewat 3 minggu dari instruksi Presiden itu, belum ada kejelasan tentang kapan BLT itu, termasuk untuk guru honorer di Kemendikbud dan Kemenag, bisa cair?

Dalam rapat terbatas 14 September, menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada para menterinya untuk mengkaji pemberian BLT kepada seluruh tenaga atau pegawai honorer—termasuk guru atau tenaga pendidik honorer.

(Akhir Oktober atau Awal November: BLT Termin 2 Cair, Prakerja Gelombang 11 Dibuka, BLT Guru Honorer Mulai?)

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar