Yamaha

Dapat Tawaran Kerja Sama Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar, Begini Respons Pemkot Bogor

  Minggu, 18 Oktober 2020   Husnul Khatimah
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. (Ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat tawaran kerja sama dari PT Marubeni Indonesia dalam pemanfaatan pengolahan limbah minyak jelantah.

Perusahaan asal Jepang tersebut optimistis pemanfaatan minyak jelantah untuk produksi Biodiesel ini bisa menjadikan proyek percontohan bagi daerah-daerah lainnya.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, dengan melakukan pengolahan limbah yang baik, tentu akanĀ  menimbulkan ekosistem yang baik pula.

AYO BACA : Survei: Baru 30% Warga Kota Bogor yang Rajin Cuci Tangan

Meski begitu, kata dia, Kota Bogor sudah pernah memiliki pengalaman dalam pemanfaatan limbah dari minyak jelantah yang dijadikan bahan bakar. Namun, kala itu sempat tersendat oleh pasokan bahan dari minyak jelantah itu sendiri, sehingga tidak seimbang antara kebutuhan dan produksi.

"Tapi kelemahannya adalah kelangsungan proses pengelolaan yang kalau menurut saya tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Jadi artinya ini kan sebuah siklus proses produksi, meskipun bahan dasarnya adalah limbah B3 jelantah," ujar Dedie.

Penjajakan kerja sama dengan perusahaan swasta itu, menurutnya akan kembali di detailkan dan dibahas lebih jauh bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

AYO BACA : Kabupaten Bogor Catat 8 Kasus Baru dan 28 Pasien Sembuh Covid-19

Namun begitu, perusahaan tersebut masih harus mencari sumber-sumber pasokan minyak jelantah yang akan dimanfaatkan untuk biodiesel di Kota Bogor nantinya.

Saat ini, lanjut Dedie, DLH sudah memiliki modal dalam mengelola seperti Bank Sampah Berbasis Aparatur (Basiba). Namun limbah yang dikelola oleh Basiba ini hanya meliputi plastik, kertas dan logam.

"Hampir ada 300-an titik Basiba. Nah yang sekarang ini kan hanya plastik, kertas, logam, yang punya manfaat. Ternyata ada lagi satu potensi, yaitu jelantah. Jadi tinggal ditambah," ucapnya.

Seharusnya, lebih jauh Dedie mengatakan, saat ini Pemkot sudah memiliki pengolahan limbah katering. Menurut dia, jika hal itu dikelola dengan baik, tentunya akan bisa menjadi sumber-sumber pasokan tetap untuk dimanfaatkan menjadi biodiesel.

Selain limbah katering, bisa juga limbah dimanfaatkan minyak jelantah dari perumahan teratur, rusunawa, hotel, industri, restoran atau kafe. Tempat tersebut nantinya bisa menjadi potensi besar untuk pasokan bahan baku, jika kerja sama itu terjalin.

"Jadi memang sebetulnya ada, tinggal bagaimana kita benar-benar nanti ke depan ini dikonsepkan dengan baik. Dan kemudian direalisasikan tentu dengan sebuah komitmen bersama," tegasnya.

AYO BACA : Apeksi Bentuk Tim Khusus Kaji Omnibus Law Cipta Kerja

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar