Yamaha

VAKSIN COVID-19: Pemerintah Prioritaskan Warga Usia 18-59 Tahun. Bagaimana di Luar Usia Itu? Simak Penjelasannya!

  Senin, 19 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi vaksin Covid-19 (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Proses vaksinasi Covid-19 akan dilakukan pemerintah pada November dan Desember mendatang. Sejauh ini rencana pemerintah berdasarkan pada pencapaian kekebalan atau herd immunity.

Keterangan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, terkait proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Sehingga nantinya, kata Yuri, vaksinasi tidak perlu dilaksanakan terhadap 100% warga negara Indonesia. Namun hanya di kisaran 70% untuk mencapai herd immunity.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Pemkab Bekasi Tunggu Arahan Pemerintah Pusat Terkait Uji Coba

“Dasar ini yang kita pakai yang hanya mencapai herd immunity, artinya sekitar 160 juta orang. Apabila menggunakan sistem yang dipakai Sinovac, maka kita membutuhkan dual doses, jadi kebutuhan vaksinnya sekitar dua kali 160 juta yang berarti ada 320 juta dosis,” jelas Yuri dalam konferensi persnya, Senin (19/10/2020).

Selain itu, Yuri menggarisbawahi bahwa pemerintah hanya akan memberikan vaksin Covid-19 kepada kelompok orang dengan rentan usia dan syarat yang sudah digunakan dalam pelaksanaan uji klinis fase 3. Rentan usia yang dimaksud adalah kelompok usia 18 hingga 59 tahun.

“Maka kelompok ini yang akan kita vaksin dan didalam uji klinis disebutkan di kelompok itu tidak boleh ada yang berpenyakit homorbit berat,” ujarnya.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: 9,1 Juta Warga Indonesia Akan Disuntik Vaksin Pada November dan Desember Mendatang

Lantas, bagaimana nasib untuk warga negara Indonesia yang berada di luar usia tersebut? Yuri mengatakan saat ini pemerintah tidak memiliki data uji klinis vaksin Covid-19 dengan rentan usia di luar 18 hingga 59 tahun.

“Tidak ada uji klinis yang dilakukan pada usia 0 sampai 18 tahun dan tidak ada uji klinis yang dilakukan pada usia diatas 60 tahun. Sehingga kita belum akan melakukan vaksinasi pada kelompok di luar 18 sampai 59 tahun,” kata Yuri.

Namun, dia menegaskan bahwa bukan berarti pemerintah akan mengabaikan warga yang berada di luar kategori untuk divaksinasi. Seiring dengan berjalannya waktu, Pemerintah Indonesia bersama seluruh peneliti dunia akan melakukan penelitian lebih lanjut.

“Tapi di dalam tahapan awal ini, kita tetap menggunakan data yang kita pakai karena memang uji klinis pada rentan usia itu (18-59 tahun),” ungkap dia. 

AYO BACA : Covid-19 di Kabupaten Bekasi: 8 Kecamatan Diklaim Bersih, 5 Kecamatan Miliki Kasus Masih Tinggi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar