Yamaha

Kamis, Simulasi Penyuntikkan Vaksin untuk Warga Jabar Dilakukan di Depok

  Senin, 19 Oktober 2020   Budi Cahyono
Tenaga medis saat mengambil rapid test. (dok Ayobandung)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana akan melakukan simulasi persiapan penyuntikan vaksin Covid-19 pada Kamis (22/10/2020).

AYO BACA : Kasus Harian Covid-19 di DKI Jakarta Dalam Tiga Hari di Bawah 1.000 Kasus (Update 19 Oktober 2020)

Simulasi tersebut dilakukan untuk memberi gambaran kesiapan Jabar dalam memberikan vaksin Covid-19 kepada warga, ketika vaksin telah ditemukan dan siap edar.

AYO BACA : Harian Covid-19 Nasional Turun di Angka 3 Ribuan Kasus! Hari Ini Sembuh 3.919 Kasus (Update 19 Oktober 2020)

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, simulasi Kamis mendatang akan dilakukan di Kota Depok. Simulasi ini dilakukan untuk mengetes kesiapan Jabar terkait keberadaan vaksin Covid-19 gelombang 1 di Indonesia yang menyasar 9,1 juta WNI.

"Ada recana simulasi persiapan penyuntikkan vaksin di Depok hari Kamis. Ini sebagai respon persiapan gelombang 1 vaksin sebanyak 9 juta ke Indonesia," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar daring Senin (19/10/2020).

Ia mengatakan, warga Indonesia yang nantinya akan mendapat vaksin adalah mereka yang tinggal di daerah yang dinyatakan rentan terhadap Covid-19 melalui perhitungan epidemiologis.

Di Jabar, episentrum penyebaran kasus positif Covid-19 masih berada di kawasan Bodebek.

"Arahnya memang ke (daerah) yang epidemiologisnya tinggi, yaitu Jabodetabek. Sehingga Jabar mengajukan 3 juta vaksin untuk Bodebek," ungkapnya.

Dalam simulasi tersebut, ia mengatakan, kesiapan para tenaga medis untuk melakukan penyuntikkan vaksin akan dievaluasi. Pasalnya, Emil mengatakan, tenaga medis di Bodebek sebagai penyuntik vaksin terbilang terbatas.

"Karena Bodebek hanya punya tenaga penyuntik vaksin terlatih sebanyak 1.000 orang. Nanti dilihat apakah ini memadai  atau harus ditambah," ungkapnya. (Nur Khansa)

AYO BACA : Libur Panjang Akhir Bulan, Jokowi Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar