Yamaha

Tersangka Pemilik Pohon Ganja di Tasik Ternyata Adik Kandung Mantan Wali Kota Serang

  Selasa, 20 Oktober 2020   Budi Cahyono
Petugas BNN mengamankan puluhan batang pohon ganja dari atas dak belakang rumah tersangka M di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020. (AyoTasik.com/Heru Rukanda)

AYO BACA : Kepala BNN Kota Tasik: Diduga Ada Ladang Ganja di Kadipaten Tasikmalaya

AYO BACA : BNN Kota Tasik Gerebek Pemilik Puluhan Batang Ganja

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Tersangka M (56), pemilik puluhan batang pohon ganja yang ditanam dalam polybag ternyata adik kandung dari mantan Bupati sekaligus mantan Wali Kota Serang, Banten, almarhum Bunyamin.

Selama ini tersangka M tinggal di rumah orang tuanya bersama saudara perempuannya di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.

Salah seorang warga Asep (65) mengatakan, selama ini Pak Mus orangnya baik, bergaul dengan masyarakat. Dengan kejadian ini dirinya mengaku kecewa lantaran kampungnya jadi tercoreng.

"Pak Mus itu adik kandung dari mantan Bupati dan Wali Kota Serang Pak Bunyamin yang meninggal tahun 2011 lalu. Pak Mus dikenal sebagai petani durian disini," ujar seorang warga, Asep, Selasa, (20/10/2020).

Hal senada disampaikan Kepala Desa Cibahayu, Erin Nurudin. M warga asli kampung Cisirah dan lama tinggal di Tangerang. Pihaknya tidak menyangka jika salah seorang warganya ada yang menanam pohon ganja serta mengedarkannya.

"Kejadian ini sangat memalukan warga disini. Daerah kami jadi tercoreng oleh ulah Pak Mus. Saya tidak menyangka kalau adik kandung mantan bupati dan wali kota Serang ini tanam ganja," ujar Erin.

Erin menambahkan, pihaknya mengetahui jika Pak Muslim itu jago menanam ganja dari petugas BNN. Dalam 2 bulan ganja yang ditanamnya di polybag bisa tumbuh subur.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya menggerebek pemilik puluhan batang pohon ganja yang ditanam di polybag sebuah rumah Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020).

Kepala BNN Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman mengatakan, puluhan pohon ganja yang ditanam dalam polybag ini tingginya bervariasi mulai dari tinggi 15 centimeter hingga 2 meter.

"Kami melakukan penyelidikan selama lebih kurang 2 bulan. Hari ini kami temukan 45 batang pohon ganja di atas dak belakang rumah," ujar Tuteng.

Menurutnya, penggerebekan ini setelah pihaknya mendapatkan sampel dari tersangka dengan cara membelinya yang kemudian terkonfirmasi narkotika jenis ganja.

" Selama ini tersangka mengaku telah beberapa kali memanen hasil tanaman ganjanya untuk dijual dan dipakai sendiri," ucap Tuteng.

Tuteng menambahkan, dari keterangan tersangka berinisial M (56), dirinya telah puluhan tahun menanam ganja. Selain dipakai sendiri, ganja tersebut dijual ke warga sekitar. Tersangka juga mengakui jika memakai ganja sejak kecil.

"Ada 5 tersangka yang berhasil kami amankan dalam kasus temuan pohon ganja ini. Ke-5 nya warga Kecamatan Kadipaten dan 3 warga Kecamatan Ciawi," ungkap Tuteng.

Hasil panen mereka selain dikonsumsi sendiri, selama ini telah dijual di wilayah Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya dan beberapa luar daerah di dekat Tasikmalaya.(Heru Rukanda)
 

AYO BACA : Pria di Kemang Tanam Ganja Hasil Beli Bibit Online

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar