Yamaha

3 Hari Genangan Banjir Rob Rendam Muara Angke, Kini Berangsur Surut

  Selasa, 20 Oktober 2020   Aini Tartinia
Genangan air banjir rob di kawasan Muara Angke perlahan surut setelah tiga hari terendam/dok: beritajakarta.id

PENJARINGAN, AYOJAKARTA.COM -- Setelah sempat tergenang air banjir rob sekitar tiga hari, kawasan permukiman warga Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, kini berangsur surut.

Lurah Pluit, Rosiwan, mengatakan genangan rob terjadi lantaran air muka laut tinggi dan melimpas melalui bagian ujung dermaga Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke. Air limpasan terjadi sejak siang tadi dan mengalami puncak ketinggian genangan hingga sekitar 15 sentimeter. 

"Puncaknya tadi itu antara pukul 11.00 WIB sampai 14.00 WIB. Setelah ada pompa bantuan, kondisi genangan sore ini berangsur surut," ujar Rosiwan dilansir beritajakarta.id, Selasa (20/10/2020).

Surutnya genangan di kawasan Jalan Dermaga dan sebagaian permukiman warga Muara Angke, RW 22 Pluit, diatasi oleh dua unit pompa mobile portable Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara, Adrian Mara Maulana, mengatakan masing-masing pompa mobile portable yang dioperaskan berkapasitas 300 liter per detik. Kedua pompa diaktifkan untuk mempercepat proses mengalirkan air ke muara Kali Asin. 

AYO BACA : Antisipasi Banjir, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Siaga 280 Perahu Karet Evakuasi

"Dua unit pompa di Rumah Pompa Waduk Muara Angke juga sudah kita aktifkan. Pompa mobile membantu agar lebih cepat surut," ujarnya.

Dijelaskan Adrian, kedua unit pompa di rumah pompa tersebut masing-masing memiliki kekuatan sekitar 1 meter kubik per detik. Diharapkan, dengan dioperasikannya dua unit pompa mobile untuk membantu pompa stationer di rumah pompa bisa mempercepat genangan surut. 

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah provinsi dalam status waspada hujan lebat, di antaranya di DKI Jakarta.

"BMKG merilis provinsi dengan status tersebut, yakni Aceh, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2020) kemarin.

Pada bulan ini, kata Raditya, beberapa wilayah Indonesia memasuki musim hujan, yakni pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa tengah dan sebagian kecil Jawa Timur.

AYO BACA : Musim Hujan, Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Pastikan 7 Pompa Underpass Berfungsi Baik

Lalu, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.

"Pemerintah daerah dan setiap pihak patut waspada mengingat fenomena La Nina yang terjadi di wilayah nusantara. Salah satu dampak yang dipicu oleh fenomena ini yaitu peningkatan curah hujan yang berujung pada bencana hidrometeorologi," ujarnya.

BMKG menganalisis berdasarkan catatan historis menunjukkan La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya.

Namun dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. BMKG merilis, pada Oktober 2020 hingga November 2020, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera.

Kemudian, pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Pada bulan ini, beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan, di antaranya peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina.

AYO BACA : Riza Patria Ingatkan Demonstran Lakukan Rapid Test dan Jaga Protokol Kesehatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar