Yamaha

Satgas: Tingkat Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Libur Panjang Sebaiknya di Rumah

  Selasa, 20 Oktober 2020   Aini Tartinia
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito/dok: covid19.go.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah telah menetapkan tanggal 28 Oktober hingga 1 November sebagai cuti bersama dan hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW. Kesempatan libur panjang dan cuti bersama tersebut tentu bakal dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan tingkat penularan Covid-19 masih tinggi, oleh sebab itu, masyarakat diminta mengurungkan niat berlibur dan sebaiknya di rumah saja.

“Kami ingatkan kembali masyarakat yang ingin berlibur di luar rumah pada periode liburan 28 Oktober sampai 1 November 2020 bahwa angka kasus Covid-19 dan penularannya masih tinggi. Apabila tak mendesak, sebaiknya urungkan niat untuk berlibur dan tetap diam di rumah saja,” ujar Wiku dalam konferensi pers, Selasa (20/10/2020).

AYO BACA : Libur Panjang Akhir Bulan, Jokowi Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Meski demikian, kata Wiku, pihaknya tidak melarang warga yang ingin berlibur, asalkan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menghindari kerumunan.

“Kami ingatkan patuhi protokol kesehatan 3M serta hindari kerumunan. Keputusan untuk keluar rumah harus dipikirkan secara matang dan pertimbangkan semua risiko yang ada,” ucapnya.

Wiku menyatakan, perlunya masyarakat yang berlibur agar menerapkan protokol kesehatan, khususnya menghindari kerumunan, didasari pada meningkatnya kasus positif saat long weekend sebelumnya.

AYO BACA : Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Pesan Mendagri Tito Karnavian

Seperti pada libur Idulfitri 22 Mei 2020 hingga 25 Mei 2020. Terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekitar 69% sampai 93%.

Lalu, pada libur panjang 20 Agustus 2020 hingga 23 Agustus 2020 yang membuat kasus harian naik 58% sampai 118%. Untuk itu, masyarakat harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan saat berlibur.

Dalam kesempatan itu, Wiku juga berharap perusahaan agar mendata karyawannya yang keluar kota saat long weekend sebagai langkah antisipatif.

“Karyawan yang keluar kota untuk lapor agar dapat didata, terutama yang bepergian ke wilayah zona oranye dan atau merah. Selain itu, perusahaan dan kantor didorong wajibkan pegawai isolasi mandiri jika alami gejala Covid-19 setelah libur panjang,” pungkasnya.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Keampuhan Vaksin Merah Putih Bermanfaat dalam Jangka Panjang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar