Yamaha

Tak Ingin Covid-19 Meningkat Lagi, Pemkab Tangerang Larang ASN Mudik ke Luar Daerah saat Libur Panjang

  Rabu, 21 Oktober 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi

TANGERANG, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Tangerang memperketat aturan kepada aparatur sipil negara (ASN) saat libur panjang mulai dari 28 Oktober – 1 November 2020. Pemkab Tangerang melaran para ASN untuk mudik ke luar daerah.

Sekda Pemkab Tangerang, Rudi Maesyal Rasyid mengatakan, larangan itu untuk membatasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

Menurut Rudi, pihaknya tidak ingin angka penyebaran pandemi tersebut nantinya melangami peningkatan kembali.

AYO BACA : Kawasan Puncak Bogor Diperketat Menjelang Liburan Panjang

"Kalau masih PSBB seperti saat ini, imbauannya tentu lebih baik di rumah saja. Intinya, jangan sampai membuat kerumunan yang berpotensi menambah klaster baru Covid-19," ujarnya dilansir dari Banten Hits—jaringan Suara.com—Rabu (21/10/2020).

Selain imbauan untuk ASN, Rudi juga menganjurkan masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang tidak membuat kerumunan saat libur panjang akhir Oktober nanti.

Dia meminta warga jangan sampai lengah dan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

AYO BACA : Hari Ini Indonesia Catat Penambahan 4.267 Kasus Positif Covid-19 (Update 21 Oktober 2020)

"Tetap, masyarakat kami mengimbau supaya dipatuhi protokol kesehatannya. Itu harus dilanjutkan, jangan sampai kendor," tuturnya.

Rudi pun memastikan, tempat wisata rekreasi di wilayah Kabupaten Tangerang yang berpotensi dikunjungin masyarakat pada libur panjang nanti sampai sekarang masih ditutup.

“Sampai sekarang kan belum kami kasih izin untuk dibuka. Kita kan enggak tahu kapan covid ini akan selesai,”tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah di Indonesia agar mengantisipasi mobilitas masyarakat yang berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19 saat libur panjang lima hari, 28 Oktober sampai 1 November 2020.

Dalam pernyataannya, Tito mengingatkan kepala daerah untuk mengantisipasi kegiatan-kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan kerumunan di tempat-tempat wisata

Tito mengatakan, jika ada kegiatan di lokasi tersebut, lebih baik dibatalkan untuk sementara.

AYO BACA : Bioskop XXI, CGV dan Cinepolis Jakarta Bakal Dibuka

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar