Yamaha

Sebagian Pasien Corona di Tangsel Sembuh Karena Obat Malaria

  Kamis, 22 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi simulasi penanganan corona di Purwokerto/ Suara.com: Anang Firmansyah

TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM - Koordinator Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dr Suhara Manullang mengemukakan,jumlah pasien yang sembuh dari viru corona kian meningkat.

RLC sendiri dioperasikan sejak April 2020. Kini sejak awal kemunculannya, tercatat ada 687 orang dikarantina dan 618 sudah sembuh.

Ada berbagai penanganan dan layanan yang diberikan kepada para pasien untuk sembuh dari penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini. Mulai dari asupan makanan bergizi, pembentukan mental hingga penanganan medis menggunakan obat-obatan. Salah satunya yakni obat klorokuin yang merupakan obat malaria.

Suhara membenarkan penggunaan obat malaria ini. Menurutnya, obat itu tidak diberikan kepada semua pasien, namun tertentu saja.

"Tidak semua, hanya ada beberapa. Pertimbangan dari dokter spesialis yang memeriksa. Pemberian dosis klorokuin juga berlainan," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2020) malam.

Suhara Manullang menerangkan, pemberian obat malaria klorokuin tergantung pada gejala-gejala yang berdampak pada organ dan dikhawatirkan terjadi perburukan.

"Harus diberikan satu terapi khusus. Gejalanya dmisalnya di paru-parunya sudah tampak gangguan karena sebaran virus," terang dr Suhara Manullang.

AYO BACA : Menteri Ida Fauziyah Luncurkan Mangcovid, Bisa Salurkan Korban PHK

Menurutnya, pemberian obat malaria klorokuin itu sesuai rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia, atau WHO dan para ahli.

"Ini rekomendasi dari WHO dan beberapa ahli rekomendasikan obat malaria, klorokuin," ungkapnya.

Pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan dan karantina di RLC merupakan pasien dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) dan positif ringan.

Hingga saat ini, pasien yang dikarantian di RLC didominasi klaster keluarga, berdasarkan hasil tracing kontak yang ditularkan dari salah satu anggota keluarga mereka.

"Mayoritas OTG dan klaster keluarga. Ada satu anggota keluarga positif, orang tua kerja di luar rumah tertular, dan positif lalu menularkan ke anak dan anggota keluarga lainnya. Banyaknya begitu," papar dr Suhara Manullang.

Mantan kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangsel itu juga berharap, para penyintas Covid-19 yang sembuh dikarantina menjadi duta protokol kesehatan di masyarakat.

"Mereka menyampaikan protokol kesehatan ke masyarakat lainnya. Jika ada yang positif tidak perlu panik," pungkas dr Suhara Manullang.

AYO BACA : PSBB Tangsel Diperpanjang hingga 19 November

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar