Yamaha

VAKSIN COVID-19: PAPDI Minta 4 Hal Wajib Ini kepada IDI dalam Program Vaksinasi

  Kamis, 22 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi vaksin covid-19 (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) melalui surat resminya memberikan beberapa rekomendasi terkait program vaksinasi Covid-19 yang akan dijalankan oleh pemerintah.

Surat tersebut setidaknya berisi empat rekomendasi PAPDI yang wajib diperhatikan. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PAPDI, Sally A. Nasution dan Sekretaris Jenderal PAPDI, Eka Ginanjar, yang ditujukan kepada ketua umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Poin pertama dalam surat tersebut mengatakan bahwa PAPDI mendukung segala upaya pemerintah untuk menghadapi pandemi Covid-19, salah satunya dengan program vaksinasi.

Poin kedua yaitu PAPDI berterima kasih kepada pemerintah yang telah berusaha mengadakan vaksin Covid-19 untuk masyarakat, termasuk tenaga kesehatan.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Daerah Mana Saja yang Dapat Prioritas Vaksin dari Pemerintah? Ini Daftarnya

“Untuk mencapai hasil yang baik dari program vaksinasi tersebut, diperlukan persiapan yang baik pula, yaitu vaksin yang akan digunakan sudah terbukti efektifitas, keamanan, dan imunogenisitasnya melalui uji klinik sesuai dengan tahapan pengembangan vaksin baru,” tulis bunyi poin ketiga dalam surat tersebut.

Poin terakhir yaitu, menurut PAPDI, dibutuhkan waktu yang cukup sehingga tidak perlu tergesa-gesa selagi terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.

Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, menegaskan bahwa kendati Indonesia akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada November dan Desember, masyarakat tetap harus menjalani protokol kesehatan. Dia menegaskan masyarakat yang sudah atau belum divaksin, tetap harus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

“Vaksinasi bukan lini pertama penanggulangan pandemi Covid-19. Lini pertama tetap melaksanakan protokol kesehatan karena kita mencegahnya dengan 3M,” ujar Yuri pada konferensi persnya, Senin (19/10/2020).

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Salah Satu Relawan Vaksin AstraZeneca Meninggal Dunia, Bagaimana Nasib Perjanjian dengan Indonesia?

Yuri mengatakan vaksin ditujukan untuk memberikan kekebalan agar pada saat terpapar virus, manusia tersebut tidak jadi sakit. Sehingga nantinya dapat mencegah untuk tidak jadi sakit akibat terpapar Covid-19, namun tidak membebaskan manusia untuk kemungkinan tidak terpapar.

“Bahwa sekalipun sudah divaksin, maka menjaga agar tidak terpapar dengan tetap menggunakan masker perlu dilaksanakan. Karena kalau tidak, mungkin di dalam tubuh kita akan kebal, tetapi kita masih akan terpapar virus,” jelasnya.

Yuri mengungkap yang menjadi permasalahan adalah apabila virus yang ada dalam tubuh manusia tersebut tertular atau menularkan kepada manusia lainnya yang belum divaksin. Dia membocorkan data pasien Covid-19 di Indonesia selama ini, menyatakan bahwa hampir 80% kasus yang terkonfirmasi positif adalah dari orang tanpa gejala (OTG).

“Apabila kemudian orang ini ada di tengah masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik, tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, dan tidak cuci tangan, maka ini akan menular pada orang lain. Manakala orang itu memiliki imunitas yang lebih rendah, maka akan masuk dalam fase jatuh sakit,” jelas Yuri.

Yuri kembali menegaskan bahwa vaksin tidak boleh dianggap sebagai penyelesaian akhir dari pandemi ini. “Tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sekalipun sudah divaksin,” tegasnya. 

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Keampuhan Vaksin Merah Putih Bermanfaat dalam Jangka Panjang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar