Yamaha

Pemkot Bogor Rapikan Kawasan Penitipan Sepeda Motor

  Jumat, 23 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim / dok

KOTA BOGOR AYOJAKARTA.COM - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengungkapkan, kawasan parkir di Stasiun Bogor akan terintegrasi dengan pembangunan di sekitarnya.

Dedie menegaskan, saat pembangunan selesai, tidak boleh lagi ada on street parking atau parkir di badan jalan. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal mengatur kawasan parkir agar seluruhnya masuk ke dalam bangunan.

Rencana tersebut, lanjutnya, beriringan dengan selesainya detail engineering design (DED) dari kawasan integrasi Stasiun Bogor dengan Stasiun Paledang, serta Alun-Alun dan Masjid Agung Kota Bogor. DED tersebut sedang dikerjakan oleh Balai Besar Perkeretaapian Jawa Barat Kemenhub, dan diperkirakan selesai pada akhir selesai tahun ini.

AYO BACA : KJP Plus Tahap 2 Cair AMaksimal 27 Oktober 2020? Begini Penjelasannya!

“Progresnya insya Allah tahun ini DED-nya. Makanya kita intens komunikasi terus, supaya tadi masukan-masukan dari berbagai stakeholders akan terakomodiasi dalam DED,” ujar  ketika ditemui di kawasan Stasiun Bogor, Kamis (22/10/2020).

Pemkot Bogor juga meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), bersama-sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub), dan DPMPTSP Kota Bogor untuk melakukan pendataan perizinan parkir di sekitar Stasiun Bogor.

Selain itu, Pemkot Bogor juga bakal merelokasi para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Stasiun Bogor. Rencananya, pada Januari 2021, semua PKL dipindahkan ke Jalan Semeru sebagai tempat penampungan sementara.

AYO BACA : Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Bogor Bertambah 34

“Jadi ini kita rapikan agar betul-betul menjadi etalase Kota Bogor. Jadi wilayah ini nggak boleh lagi kumuh. Seharusnya, stasiun menjadi tempat pelayanan publik yang baik,” ucap Dedie.

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan, empat opsi desain dari kawasan integrasi Stasiun Bogor sedang dikaji oleh pemerintah pusat. Jika salah satu opsi ada yang dipilih, sambung dia, pilihan itu harus dikomunikasikan terlebih dahulu kepada semua pemangku kepentingan.

Pasalnya, proyek tersebut masuk Program Strategis Nasional (PSN), termasuk pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi yang ada di dalamnya. “Jadi empat pilihan itu Pemkot Bogor yang mengusulkan. Setiap pilihan itu ada plus dan minusnya,” ujar Eko.

Di samping itu, pihaknya sedang melakukan pendataan tempat parkir di sekitar Stasiun Bogor. Pasalnya, mereka mengajukan izin peruntukan tempat parkir (IPTP) ke Dishub Kota Bogor. "Kalo parkir, saat ini kita akan cek masalah IPTP, dia punya nggak? Karena ini bukan on street dan kena pajak parkir 25 persen. Kalau on street sudah saya ilangin semua," ucap Eko.

AYO BACA : Libur Panjang, Kota Bogor Perketat Protokol Kesehatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar