Yamaha

Pansus Banjir DPRD DKI Berkunjung ke Surabaya, Ini 5 Rekomendasi Wali Kota Tri Rismaharini

  Jumat, 23 Oktober 2020   Aini Tartinia
Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani (ist)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur guna mendapatkan solusi mengatasi banjir di Ibu Kota.

Ada lima rekomendasi yang didapatkan Pansus Banjir dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mengatakan, setelah berkunjung ke Semarang, Tegal, dan Pekalongan, akhirnya Pansus Banjir bisa berkunjung ke Surabaya.

Secara geografis, Surabaya memiliki kemiripan dengan Ibu Kota. Karena posisinya yang sama berada ditepi laut, dan juga datarannya rendah, persis seperti Jakarta.

AYO BACA : Antisipasi Banjir, 19 Pompa Dipasang di Bojongkulur Bogor

Selain itu, lanjut Zita, Pansus Banjir memilih Surabaya karena berhasil menangani banjir. Mengingat 10 tahun lalu mereka mengalami banjir yang sangat parah. Sebanyak 52% daerahnya digenangi banjir, di bawah kepemimpinan Risma, Surabaya berhasil menurunkan banjir sampai 2,3%.

"Itu adalah bukti narasi yang dikerjakan," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2020).

Zita menjelaskan, ada lima pesan yang didapatkan Pansus Banjir dari Wali Kota Tri Rismaharini untuk mengendalikan banjir di Ibu Kota.

Pertama, pedestrian atau jalan, ketika membuat jalan, pastikan saluran di bawah jalan yang lebih utama agar sistem drainasenya berjalan baik.

AYO BACA : Antisipasi Banjir, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Siaga 280 Perahu Karet Evakuasi

Menurutnya DKI belum sinkron untuk itu, masih utamakan membangun jalan, salurannya tidak diperhatikan. Kedua, memerhatikan kapasitas catchment. Sesuaikan dengan saluran yang menampung agar airnya bisa disimpan, dan kemudian dialirkan secara alami.

"Ketiga, air adalah anugerah dari Tuhan. Baik itu datangnya dari laut, lokal, ataupun kiriman. Pasti sulit, makanya kita jangan hanya berdalih, kerja keras lebih baik," ungkapnya.

Keempat, kolaborasi antar dinas dan kesadaran warga. Ketika musim hujan, seluruh dinas harus dikerahkan, tidak hanya satu atau dua dinas saja. Begitu juga dengan warga, kampanye bahaya banjir dan sebabnya sudah dilakukan lebih awal. Sehingga timbul keasadarannya untuk ikut serta menjaga kelestarian.

Kelima, sebelum air masuk kota, kurangi debitnya terlebih dahulu, pastikan aliran sungai memadai. Pemerintah harus tahu memecah sungai dan memberi jalan untuk air. Sehingga debit air tidak melebihi.

"Apresiasi sekali untuk masukannya. Intinya, keseriusan menangani banjir adalah kunci. Jika banyak dana dan rencana tanpa eksekusi, maka DKI akan tetap sama ceritanya setiap awal tahun, Banjir! Kami dari DPRD akan memberikan rekomendasi. Mau digunakan atau tidak, yang jelas kami sudah bekerja dengan serius agar DKI bebas banjir," pungkasnya.

AYO BACA : Normalisasi Kali Rawa Rengas Digeber Awal November 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar