Yamaha

JAKARTA PSBB TRANSISI: 12-22 Oktober 2020, Satpol PP DKI Tindak 23 Rumah Makan dan Kafe

  Jumat, 23 Oktober 2020   Aini Tartinia
Satpol PP DKI Jakarta, Arifin/dok: beritajakarta.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Arifin mengatakan, selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi periode 12 Oktober 2020 hingga 22 Oktober 2020 telah menindak 23 tempat yang terdiri dari rumah makan dan kafe.

Ke-23 rumah makan dan kafe tersebut dua di antaranya didenda administrasi, dan sisanya ditutup sementara.

Dua rumah makan yang dikenakan denda administrasi sebesar Rp20 juta berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sedangkan satunya berada di Cengkareng, Jakarta Barat dikenakan denda Rp5 juta. Hal ini dikarenakan restoran dan kafe melanggar protokol kesehatan Covid-19.

"Denda administrasi yang terkumpul dari dua restoran tersebut sebesar Rp 25 juta. Semua denda masuk ke kas daerah melalui rekening Bank DKI," ujar Arifin, dilansir beritajakarta.id Jumat (23/10/10).

Lebih lanjut Arifin mengatakan, Satpol PP juga melakukan pengawasan terhadap 262 perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri. Dan 14 diantaranya dikenakan sanksi berupa penutupan sementara.

AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Ini 4 Aturan Baru yang Diterapkan Mulai Senin

"Penindakan dan pemberian sanksi berdasarkan aduan masyarakat dan pengawasan di personel di lapangan," ungkapnya.

Arifin menambahkan, terkait pelanggaran masker ada sebanyak 11.742 orang yang ditindak. Rinciannya, 11.343 orang dikenakan sanksi sosial dan 399 memilih sanksi denda administrasi. Denda yang terkumpul sebesar Rp57 juta.

"Total denda terkumpul selama PSBB Transisi periode 12 sampai 22 Oktober 2020 sebesar Rp 82.050.000," ujar Arifin.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali PSBB Transisi, pada 12 Oktober 2020. Bersamaan dengan itu, maka restoran, rumah makan, kafe dan sejenisnya juga sudah diperbolehkan kembali melayani makan atau minum di tempat.

“Keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif dan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid 19,” kata Anies dalam keterangan persnya, Minggu (11/10/2020).

AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Perusahaan Wajib Tanggung Biaya Tes Covid-19 Karyawan

Namun, ada yang mesti diperhatikan oleh pihak restoran, rumah makan, kafe dalam masa PSBB transisi. Pada layanan makan di tempat, hanya diperbolehkan dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, sementara untuk layanan antar (delivery) bisa dilakukan 24 jam.

Sementara itu, ada enam ketentuan khusus yang harus dijalani oleh pihak rumah makan selama masa PSBB transisi ini:

1. Maksimal pengunjung dan petugas maksimal 50% dari kapasitas.

2. Pelayan diwajibkan memakai masker, pelindung wajah (face shield) dan sarung tangan.

3. Jarak antar meja dan kursi minimal harus 1.5 meter, kecuali untuk yang satu domisili.

4. Pengunjung dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang (melantai).

5. Alat makan dan minum harus disterilisasi secara rutin.

6. Restoran yang memiliki izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) live music atau pub dapat menyelenggarakan live music dengan catatan pengunjung duduk di kursi berjarak, tidak berdiri atau melantai serta tidak menimbulkan kerumunan.

AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Penumpang KRL Naik 7 Persen, di Stasiun Bogor Capai 6,7 Ribu Orang!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar