Yamaha

Banyak APBD Mengendap di Bank, Mendagri Ingatkan Kepala Darah Soal Penanganan Pandemi

  Sabtu, 24 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian / dok Kemendagri

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan kepada para kelapa darah yang belum optimal menggunakan APBD di masa pandemi virus corona.

Tito mengungkap, ada total Rp 252,78 triliun APBD dari berbagai daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang justru disimpan di bank. Itu dia khawatirkan lantaran perputarannya tidak dimanfaatkan oleh daerah, namun oleh pihak bank.

AYO BACA : Akhir Pekan, Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Jakarta

"Ternyata ada beberapa provinsi dan kabupaten/kota yangg kalau ditotal itu disimpan di bank sebanyak Rp 252,78 triliun, ini total," kata Tito dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi tingkat nasional yang dikutip melalui YouTube Kemenko Perekonomian, Jumat (23/10/2020).

Kalau misalkan diendapkan di bank, kata dia, anggaran itu malah tidak beredar ke masyarakat. Justru menurutnya dana anggaran itu malah diedarkan oleh bank ke pengusaha tertentu.

AYO BACA : Komplotan Penipu Mobil Rental di Cimahi Dibekuk Polisi

"Ya, beredarnya mungkin ke apa, diedarkan oleh bank, bank itu mungkin terafiliasi kepada pengusaha-pengusaha tertentu yang mungkin mampu. Saya enggak ngerti apa ada pengusaha kecil menengah juga yang diberikan prioritas?" ujarnya.

Dengan melihat pola tersebut, mantan Kapolri itu menganggap realisasi APBD justru dijalankan oleh pengusaha bukan oleh pemerintah. Hal tersebut yang menjadikan program tingkat pemerintah pusat dan daerah menjadi tidak sinkron.

Karena temuan itu, Tito memohon kepada kepala daerah untuk tidak mencari aman soal anggaran. Namun yang ia inginkan justru para kepala daerah memanfaatkan betul dana yang ada untuk dijadikan program dalam rangka penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).

AYO BACA : 42% Warga Kota Bogor Putus Kerja Akibat Pandemi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar