Yamaha

Polisi Andalkan Saksi Ungkap Kebakaran Gedung Kejakgung, Banyak CCTV Terbakar

  Sabtu, 24 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Minim CCTV, Polisi Andalkan Saksi Ungkap Kebakaran Kejagung. Jajaran Kepolisian bersama Kejaksaan Agung, dan para ahli menggelar konferensi pers terkait penetapan tersangka kasus Kebakaran di Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terbakar pada tanggal 22 Agustus 2020 silam. Konferensi pers diselenggarakan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2020). Foto: Republika/Ali Mansur

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kapuslabfor Polri Brigjen Pol Ahmad Haydar mengungkapkan, dalam mengungkap kasus kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung, polisi mengandalkan informasi dari para saksi. Itu lantaran minimnya CCTV yang ikut terbakar.

Saat menggelar konferensi pers, Polri tidak menampilkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang dipakai sebagai bukti. Namun kesimpulan kebakaran karena kelalaian pun bisa diungkap atas dasar keterangan para saksi.

Setidaknya ada 64 dari 131 orang yang dijadikan saksi setelah diwawancara terkait kebakaran Gedung Utama Kejagung. Kemudian, lima orang tukang bangunan, satu orang mandor, satu orang pejabat kejaksaan, dan satu orang direktur PT Arkan APM.

\"Dari temuan-temuan yang ada memang dari CCTV kami sangat minim karena memang CCTV yang ada semua rata-rata terbakar,\" ujarnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2020).

AYO BACA : Warga Korban Kebakaran Kalibaru Direlokasi ke Rusun

Kemudian, kata Haydar, ditemukannya abu arang dari lantai dasar hingga ke lantai enam yang mengandung abu senyawa hidrokarbon solar. Selain itu, bekas botol pembersih lantai yang mengandung senyawa solar. Itu diketahui setelah Tim Puslabfor memeriksa cairan pembersih lantai tersebut ke laboratorium.

\"Setelah kita lab-kan itu kandungannya itu solar, bensin, dan pewangi. Itu dalam keadaan itu. Tapi ketika sudah digunakan, otomatis pewanginya menguap dan bensinnya menguap, tinggal senyawa hidrokarbon fraksi solar,\" ujar Haydar.

Haydar menerangkan kenapa api dari lantai enam bisa menjalar ke lantai bawah, semestinya sifat api dari bawah ke atas. Itu karena akseleran yang digunakan di Gedung Utama Kejagung itu menggunakan ACP-ACP dan ACP-ACP. Bahan tersebut akseleran dari api di atas, kemudian turun ke lantai bawahnya dan itu, katanya, nampak sekali penjalaran-penjalaran itu. 

\"Kemudian api masuk ke setiap lorong. Pola-pola api itu tampak sekali. Yang mengawali itu seluruhnya lantai enam,\" kata Haydar.

AYO BACA : Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kebakaran Kejakgung, Puntung Rokok Jadi Penyebabnya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar