Yamaha

Depok Menuju Digitalisasi Pasar Tradisional, Pedagang Dilatih Teknik Marketing Online

  Sabtu, 24 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi pasar tradisional/ Republika

KOTA DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Kepala Bidang Sarana dan Bina Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok, Diana Puspitasari mengemukakan, pihaknya akan membuat lima pasar tradisional menuju arah digital marketing.

Digitalisasi produk pasar tradisional tersebut, kata Diana, akan mempermudah pedagang memasarkan produknya di tengah pandemi. Itu juga bisa menambah keamanan dan kenyamanan masyarakat untuk tidak berkerumun di pasar.

Diana menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengajarkan ilmu marketing online kepada pedagang dan pengelola pasar. Pelatihan ini digelar secara bergantian sampai akhir Oktober 2020.

"Kami optimistis dalam waktu tiga bulan ke depan website pasar daring sudah dapat beroperasi, dan pedagang pun akan meraup omzet lebih besar dari biasanya," jelasnya di Balai Kota Depok, Rabu (21/10/2020).

AYO BACA : Hindari Kerumunan, Pemkot Tangerang Janji Siapkan Aplikasi untuk Pendataan Bantuan UMKM

Dukungan tersebut juga dibarengi dengan pembuatan website penjualan bagi pedagang di seluruh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Tradisional di Kota Depok.

Adapun lima pasar tradisional milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok didorong memiliki situs daring untuk memfasilitasi pedagang berjualan, yakni Pasar Sukatani, Pasar Cisalak, Pasar Agung, Pasar Tugu, dan Pasar Musi Baru.

"Saat ini website tersebut sedang dalam proses pembuatan. Nanti akan ketahuan omzet seluruh pasar dan terbentuk cikal bakal karakteristik masing-masing pasar," terang Diana.

Menurut Diana, penyediaan wadah penjualan berbasis daring ini, bertujuan untuk mendorong tingkat produktivitas pedagang pasar tradisional pada era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Melalui dukungan digitalisasi, para pedagang bisa memasarkan dagangannya kepada konsumen secara virtual.

"Transaksi dapat dilakukan tanpa harus bertemu secara langsung di lokasi pasar. Hal ini juga mendorong agar tidak terjadi kerumunan orang di dalam pasar serta  memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok," ujar dia.

AYO BACA : Pemkot Depok Bahas Teknis Pemberian Vaksin, Kloter Pertama 290 Ribu Orang Penerima

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar