Yamaha

Libur Panjang, Maskapai Domestik Ajukan Extra Flight

  Sabtu, 24 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Pesawat Garuda Indonesia dan beberapa maskapai lainnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Republika TV/Wisnu Aji Prasetiyo

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin mengemukakan, beberapa maskapai pesawat terbang domestik mengajukan penambahan jam penerbangan tambahan atau extra flight. Itu terjadi karena akhir Oktober ini terdapat libur panjang.

“Maskapai domestik sudah ada (mengajukan penambahan penerbangan). Ada beberapa maskapai di bandara AP II yang meminta penerbangan tambahan,” kata dia dalam diskusi virtual, Sabtu (24/10/2020).

AYO BACA : Pemerintah Berencana Bangun Pabrik Vaksin di Tangsel

Awaluddin tak menyebut maskapai apa saja yang mengajukan tambahan penerbangan. Namun, untuk maskapai asing, dia mengatakan tidak ada yang mengajukan penerbangan tambahan karena pembatasan penerbangan internasional masih berlaku.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan untuk memastikan keamanan transportasi saat libur panjang pihaknya tetap memperketat sesuai aturan dari Gugus Tugas Covid-19. Novie menegaskan operasional pesawat akan dibatasi tetap 70% dari kapasitas.

AYO BACA : Roda Pesawat Citilink Tersangkut Layang-layang di Adisutjipto Yogyakarta

"Kami juga rutin cek perawatan pesawat dari sisi keamanan dan kesehatan. Jadi bisa dikatakan dapat kita jamin," ujar Novie.

Novie menambahkan semua pesawat yang beroperasi juga sudah menggunakan teknologi HEPA. Novie menuturkan 80% teknologi tersebut dibuat pada 2000 sehingga sangat sesuai untuk digunakan saat pandemi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Umiyatun Hayati Trihastuti mengatakan pilihan moda transportasi terbanyak yang akan digunakan dalam survei tersebut menyebutkan mobil pribadi sebanyak 64%. Sementara pesawat hanya 11,5%, sepeda motor 5,5%, kereta api 5,5 %, dan bus 5,2%.

Umiyatun meminta masyarakat dapat mengantisipasi keberangkatan perjalanan agar terhindar dari penumpukan. 

"Hari berangkat 36% paling banyak dilakukan pada 28 Oktober 2020," ungkap Umiyatun.

AYO BACA : Libur Panjang, Wisatawan Puncak Dibatasi 50 Persen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar