Yamaha

Kasus Covid-19 Kota Depok Berkurang, Hanya 23 Kasus Aktif

  Sabtu, 24 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi wabah vius corona/ shutterstock

KOTA DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana mengemukakan, hanya ada 23 kasus positif Covid-19 di wilayahnya. Kondisi itu diklaim menurun lantaran sebelumnya di atas 100 kasus.

Jika diakumulasi, kata dia, total keseluruhan pasien positif Covid-19 berjumlah 6.700 orang. Untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia bertambah satu orang. Total keseluruhan pasien positif Covid-19 meninggal dunia, yakni 186 orang.

Sedangkan pasien positif Covid-19 yang sembuh bertambah 53 orang. Adapun total keseluruhan pasien positif Covid-19 sembuh menjadi 5.214 orang.

"Alhamdulillah, korban positif Covid-19 menurun drastis, walaupun perkembangannya masih fluktuatif. Tapi, yang cukup menggembirakan pasien positif sembuh setiap harinya juga bertambah cukup banyak. Kami berharap warga tetap taat menjalankan protokol kesehatan," ujar Dadang dalam siaran pers, Sabtu (24/10/2020).

AYO BACA : UPDATE COVID-19 NASIONAL: Bertambah 4.070 Kasus Positif (24 Oktober)

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, warga Kota Depok yang akan menjadi prioritas mendapatkan vaksin virus Corona (Covid-19) adalah warga kelompok usia 18-59 tahun. Keputusan ini mengacu pada hasil uji klinis yang dilakukan pemerintah pusat.

"Kami mengacu kepada keputusan pemerintah pusat, yakni prioritas yang diberi vaksin itu usia 18-59 tahun, totalnya 60% dari warga Indonesia," ujar gubernur yang akrab di sapa Kang Emil ini.

Menurut Kang Emil, untuk masyarakat yang berusia di bawah 18 tahun atau di atas 59 tahun, jika ingin mendapatkan vaksin harus menggunakan surat rekomendasi dari tenaga kesehatan. Sebab, penerima vaksin yang saat ini sedang dikembangkan adalah kelompok usia dewasa. "Vaksin ini efektif dalam menangkal Covid-19," tegasnya.

Kang Emil memperkirakan, satu orang penerima vaksin memakan waktu sekitar 45 menit. Mulai dari registrasi dokumen, pemeriksaan kesehatan, penyuntikan vaksin, hingga melihat reaksi dari vaksin tersebut. 

"Dalam simulasi sudah jelas 30 menit. Setelah disuntik harus menunggu untuk dilihat reaksinya dalam tubuh penerima vaksin, ada efek atau tidak," jelasnya.

AYO BACA : Akumulasi Konfirmasi Positif Covid-19 di DKI Jakarta Tembus 100 Ribu Kasus

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar