Yamaha

UPDATE COVID-19 DKI JAKARTA: Kasus Harian Turun Tajam, Terendah Sejak Akhir Agustus

  Minggu, 25 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
UPDATE COVID-19 DKI JAKARTA: Kasus Harian Turun Tajam, Terendah Sejak Akhir Agustus

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Minggu (25/10/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 771 kasus di DKI Jakarta.

Angka ini turun cukup tajam dibandingkan dengan data pada Sabtu yakni sebanyak 1.062 kasus. Bahkan, angka tersebut merupakan penambahan kasus harian yang terendah sejak 28 Agustus lalu.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 100.991 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 86.721 kasus serta 2.164 kasus meninggal dunia.

Sebelumnya, sempat ada penurunan kasus di bawah 1.000 kasus di DKI Jakarta selama empat hari berturut. Rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 4 Oktober 2020 yaitu 1.398 kasus.

Data statistik dari laman covid19.go.id, menyatakan bahwa DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus.

Sejak saat itu, hanya ada beberapa hari penurunan kasus yang tidak lebih dari 1.000 kasus, seperti pada:

1 September (901 kasus)

4 September (880 kasus)

5 September (887 kasus)

11 September (964 kasus)

14 September (879 kasus)

19 September (988 kasus)

28 September (898 kasus)

9 Oktober (943 kasus)

17 Oktober (974 kasus)

18 Oktober (971 kasus)

19 Oktober (926 kasus)

20 Oktober (964 kasus)

22 Oktober (989 kasus)
23 Oktober (952 kasus)

25 Oktober (771 kasus).

Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

19 Oktober: 926 kasus

20 Oktober: 964 kasus

21 Oktober: 1.000 kasus

22 Oktober: 989 kasus

23 Oktober: 952 kasus

24 Oktober: 1.062 kasus

25 Oktober: 771 kasus

Hari ini, Gubernur Anies Baswedan memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi sampai dengan 8 November 2020.

Langkah perpanjangan PSBB Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020 yang memutuskan DKI kembali ke PSBB Transisi.

Menurut beleid itu, jika tidak terdapat peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB Transisi berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 provinsi, maka akan dilanjutkan perpanjangan selama 14 hari berikutnya.

Namun, apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan, maka pemberlakuan PSBB Transisi ini dapat dihentikan. Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali kebijakan rem darurat (emergency brake) apabila terjadi tingkat penularan yang mengkhawatirkan.

“Pemprov DKI Jakarta dapat menghentikan seluruh kegiatan yang sudah dibuka selama PSBB Masa Transisi dan menerapkan kembali pengetatan,” ujar Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, pada Minggu (25 Oktober 2020) dalam siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta.

Jika melihat dari pergerakan situasi Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua minggu terakhir, penularan relatif melandai, ditandai rata-rata persentase kasus positif sepekan terakhir pada 9,9% dengan ratio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar