Yamaha

PENCAIRAN BLT (BSU) TERMIN 1: 152 Ribu Rekening Gagal Cair, Berikut Penyebabnya!

  Senin, 26 Oktober 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi

SENAYAN, AYOJAKARTA.COM – BP Jamsostek telah menyerahkan 12,4 juta data valid pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta per bulan untuk menerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT). Namun, per 23 Oktober Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 152 ribu rekening tak dapat tersalurkan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan dan Hubungan Industrial Kemnaker, Aswansyah mengatakan, dana BLT atau BSU tidak dapat ditransfer kepada 152 ribu data rekening pekerja formal tersebut lantaran rekening tidak valid.

“Hingga batch (tahap) 6 terdapat rekening yang tidak dapat disalurkan sebanyak 152.220,” ujar Aswansyah dalam webinar Menuntaskan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah, Senin (26/10/2020).

Aswansyah menjelaskan, berbagai kendala yang terjadi ketika melakukan penyaluran dana BLT atau BSU kepada bank penyalur Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), yakni adanya rekening penerima bantuan yang bermasalah seperti duplikasi, tutup, tidak valid, pasif, dibekukan, tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK).

"Selain itu, data yang dikirim ke BP Jamsostek tidak lengkap," ujarnya.

Diketahui, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, penyaluran BLT atau BSU termin 1 akan dirampungkan hingga akhir bulan ini. Setelah itu, Kemnaker akan melakukan evaluasi penyaluran termin 1. Kemudian, pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat awal November 2020 barulah penyaluran BLT atau BSU termin 2 cair ke rekening penerima.

Berdasarkan data Kemnaker per 19 Oktober 2020, BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal termin 1 sudah disalurkan dengan komposisi sebagai berikut:

AYO BACA : PENCAIRAN KJP PLUS: SMP/SMPLB/MTs/PKBM Rp300 ribu Cair Hari Ini! Buruan Cek Rekening!

Tahap 1 sebanyak 2.485.687 penerima (99,43%)

Tahap 2sebanyak 2.981.531 penerima (99,38%)

Tahap 3 sebanyak 3.476.120 penerima (99,32%)

Tahap 4 sebanyak 2.620.665 penerima (94,09%);

Tahap 5 sebanyak 602.468 penerima (97,39%).

Berikut ini alur pencairan BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal termin 1 yang Ayojakarta sarikan dari penjelasan BP Jamsostek dan Kemnaker:

Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

AYO BACA : KARTU PRAKERJA GELOMBANG 11: Ini Kemungkinan Kuota yang Dibuka!

Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BP Jamsostek.

Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kemnaker.

Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai 4 hari untuk melakukan checklist.

Keenam: Selesai checklist, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Ketujuh: KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.

Mengikuti alur pencairan BLT atau BSU untuk pekerja termin 1 itu, langkah di butir pertama  dan butir keenam tentu tidak diperlukan lagi. Prosesnya tinggal dari KPPN kepada Bank Himbara kemudian ditransfer ke rekening penerima yang memang sudah terdaftar di termin 1.

AYO BACA : Kapan Kepastian Daftar Penerima KJP Plus Tahap 2 Dirilis ? Ini Kabar dari P4OP DKI Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar