Yamaha

PENCAIRAN BLT (BSU) TERMIN 1: 171 Ribu Rekening Dikembalikan Kemnaker? Tenang, BP Jamsostek Segera Lakukan Tahapan Ini

  Senin, 26 Oktober 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi uang (Republika)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – BP Jamsostek menerima 171 ribu rekening yang dikembalikan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam proses penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp1,2 juta untuk pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Deputi Direktur Humas BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja menyebutkan, pengembalian 171 ribu rekening oleh Kemnaker tersebut lantaran tidak valid. Kemudian, BP Jamsostek melakukan validasi ulang kepada perusahaan atau pemberi kerja mengenai rekening tak valid tersebut.

“Kami konfirmasi lagi ke perusahaan, ada 155 ribu rekening dikirim ulang, dan sekitar 1.600 rekening dan proses validasi ulang di kantor cabang dan 14 ribu rekening memang tak ada lagi konfirmasi kembali dari perusahaan, sehingga tak dapat BSU,” ujar Utoh dalam webinar Menuntaskan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah, Senin (26/10/2020).

Utoh memaparkan, masih adanya pengembalian data rekening kepada BP Jamsostek dari Kemnaker dikarenakan bisa terjadi berbagai sebab yakni banyak rekening yang akhirnya terblokir lantaran tidak ada transaksi. Selain itu, 171 data yang dikembalikan ke BP Jamsostek masih berjalan dan bisa bertambah.

"Di perjalanan ada data dikembalikan karena berbagai sebab, nomor rekening tidak valid itu dikembalikan ke kami. Sebabnya bisa karena waktu awal masih aktif, berjalannya waktu rekening tidak aktif karena tidak ada transaksi," ujarnya.

Berulang kali Kemnaker maupun BP Jamsostek membeberkan syarat pencairan dana BLT atau BSU kepada pekerja formal berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020 agar lolos kriteria sebagai syarat penerima:

AYO BACA : PENCAIRAN BLT (BSU) TERMIN 1: 152 Ribu Rekening Gagal Cair, Berikut Penyebabnya!

a. WNI yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)

b. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan

c. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJamsostek

d. Pekerja atau buruh penerima upah

e. Memiliki rekening bank yang aktif

f. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJamsostek sampai dengan Juni 2020

AYO BACA : Kapan Kepastian Daftar Penerima KJP Plus Tahap 2 Dirilis ? Ini Kabar dari P4OP DKI Jakarta

Selain itu, terdapat 5 jenis rekening menurut Kemnaker yang dipastikan tidak akan menerima dana BLT atau BSU:

1. Rekening tidak sesuai NIK

2. Rekening yang sudah tidak aktif

3. Rekening pasif

4. Rekening yang tidak tercatat

5. Rekening telah dibekukan oleh Bank

Oleh sebab itu, Kemnaker dan BP Jamsostek meminta calon penerima BLT atau BSU dan perusahaan atau pemberi kerja untuk kembali mengecek rekening yang didaftarkan dengan teliti.

AYO BACA : KARTU PRAKERJA GELOMBANG 11: Ini Kemungkinan Kuota yang Dibuka!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar