Yamaha

PSBB Transisi: Ini 8 Protokol Kesehatan Dalam Gedung Bioskop di Jakarta

  Senin, 26 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
PSBB Transisi: Ini 8 Protokol Kesehatan Dalam Gedung Bioskop di Jakarta

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Anies Baswedan memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi sampai dengan 8 November 2020. Langkah perpanjangan PSBB Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Sejak diberlakukannya PSBB Transisi jilid dua, beberapa tempat umum kembali diizinkan untuk buka. Salah satu yang diizinkan adalah tempat bioskop.

Berikut Ayojakarta rangkum 8 protokol kesehatan yang harus dijalankan di gedung bioskop bagi penonton dan pelaku usaha:

1.     Penonton wajib menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) sebelum dan sesudah menonton

2.     Kapasitas penonton dibatasi maksimal 25%

3.     Pemesanan tiket hanya dilakukan secara daring dan pembayaran hanya boleh dilakukan cashless

4.     Pengelola wajib mengatur jarak kursi penonton dengan mengatur jarak minimal satu meter

5.     Penonton dilarang makan dan minum selama berada di ruang bioskop

6.     Penonton dilarang berpindah-pindah tempat duduk

7.     Petugas wajib memakai masker, face shield, dan sarung tangan

8.     Pendataan penonton, baik secara daring atau manual dengan mencantumkan nama pengunjung, nomor HP, dan 6 digit angka pertama NIK

Berdasarkan data pada hari ini, Senin (26/10/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 906 kasus di DKI Jakarta. Angka ini naik dibandingkan pada Minggu yakni sebanyak 771 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 101.897 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 87.883 kasus serta 2.177 kasus meninggal dunia.

Sehingga, kasus aktif di DKI Jakarta sebanyak 11.837 kasus. Penambahan hari ini menjadikan total kasus aktif mengalami penurunan dari hari kemarin sebanyak 12.106 kasus.

Sebelumnya, sempat ada penurunan kasus di bawah 1.000 kasus di DKI Jakarta selama empat hari berturut. Rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 4 Oktober 2020 yaitu 1.398 kasus.

Anies menuturkan, jika tidak terdapat peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB Transisi berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat provinsi, maka akan dilanjutkan perpanjangan selama 14 hari berikutnya.

Namun, apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan, maka pemberlakuan PSBB Transisi ini dapat dihentikan.

“Dalam hal ini, seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali kebijakan rem darurat (emergency brake). Artinya, apabila terjadi tingkat penularan yang mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta dapat menghentikan seluruh kegiatan yang sudah dibuka selama PSBB Masa Transisi dan menerapkan kembali pengetatan,” ujar Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, pada Minggu (25 Oktober 2020) dalam siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta.

Jika melihat dari pergerakan situasi Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua minggu terakhir, penularan relatif melandai, ditandai rata-rata persentase kasus positif sepekan terakhir pada 9,9% dengan ratio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar