Yamaha

Musim Liburan, Wisatawan & Pelaku UMKM Jangan Lupa Protokol Kesehatan

  Selasa, 27 Oktober 2020   Eries Adlin
Kawasan wisata di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Para wisawatan dan pelaku UMKM diminta tetap mengedepankan protokol kesehatan selama libur panjang pada akhir Oktober nanti (ilustras)/pulauseribu.go.id

UTAN KAYU, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan protokol kesehatan menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menikmati libur panjang akhir pekan ini.

Para pelancong akan tertarik berlibur di hotel, tempat wisata, dan restoran yang aman dari penularan Covid-19. 

“Mereka yang mau makan di warung, tidur di hotel, yang menerapkan protokol kesehatan akan merasa aman. Ini penting untuk kita yang akan merencanakan liburan,” ujar Menteri Koperasi UKM Teten Masduki dalam talkshow Dialog Covid-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Senin (26 Oktober 2020) siang.

Teten menambahkan bagi konsumen atau turis bukan harga murah atau diskon barang. Melainkan jaminan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. 

Bagaimana protokol kesehatan untuk perhotelan, pesawat terbang, restoran, dan kafe bisa meyakinkan turis yang sadar protokol kesehatan. 

“Turis yang berpergian itu punya uang dan berpendidikan. Kalau disadarkan dengan protokol kesehatan memakai masker, makanan higienis, saya kira semua orang tidak takut untuk liburan,” ujar Menteri Koperasi UKM Teten Masduki.

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan pelaku UMKM yang menerapkan protokol kesehatan bisa mendatangkan keuntungan. Salah satunya, kata Wiku, konsumen akan yakin untuk membelinya. 

“UMKM kalau disiplin protokol kesehatan akan membuat keyakinan konsumen untuk membelinya. Ini saling menguntungkan,” ujar Wiku Adisasmito. 

Ia menegaskan ekonomi bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun kalau indikator ekonomi berjalan dan kasusnya naik berarti ada yang tidak disiplin.

“Entah itu dari konsumen atau UMKM-nya. Makanya harus gotong royong menjadi satu,” papar Prof. Wiku yang akan tetap bekerja meski libur panjang cuti bersama akhir pekan ini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar