Yamaha

Semangati Anak-anak Dalam Menghadapi Pandemi

  Selasa, 27 Oktober 2020   Eries Adlin
Cuci tangan salah satu cara menjaga kebersihan agar terhindar dari penularan Covid-19./Ayobandung.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Siapa yang tidak dilanda kebingungan ketika pandemi Covid-19 menyebar. Tidak hanya di Indonesia, tetapi seluruh dunia mengalami. Kita kini harus beradaptasi dengan lingkungan baru sejak pasien pertama diumumkan oleh pemerintah pada 2 Maret 2020.

Tidak hanya para orang dewasa, anak-anak usia dini dipandang mengalami stres akibat pandemi yang sudah berjalan sekitar 7 bulan ini. Orangtua berperan penting dalam mengajarkan anak beradaptasi dengan lingkungannya selama wabah coronavirus.

Psikolog Anak dan Keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan anak-anak pasti stress dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini karena mereka tidak bisa bermain dengan kawan sebayanya secara langsung.

Pasalnya, dalam situasi pandemi Covid-19, pemerintah meminta masyarakat -termasuk anak-anak untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang bertolak belakang dengan tahapan perkembangan anak-anak.

“Semangati anak-anak dengan tetap menjaga komunikasi dengan temannya melalui virtual, dengan tukaran foto, atau tegur sapa,” ujar Sani Budiantini Hermawan dalam talkshow berjudul Covid dalam Dongeng: Edukasi Pandemi Usia Dini di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta baru-baru ini.

Sani menambahkan agar tahapan pengembangan anak tetap berjalan di dalam rumah maka orangtua perlu menjelaskan situasi wabah coronavirus ini sesuai dengan bahasa anak. Penjelasan situasi Pandemi Covid-19 ini menggunakan bahasa anak yang mudah dicerna dan tidak menimbulkan ketakutan.

Orangtua juga, kata Sani, harus lebih kreatif dalam menjelaskan situasi ini dengan lebih bersahabat dan intonasi menyenangkan. Namun butuh ketenangan bagi orangtua untuk mensiasati situasi ini. Dan yakinkan pada anak bahwa situasi pandemi Covid-19 akan berakhir.

Sani menyebut tujuh bulan menjalani masa pandemi ini jumlah pasiennya meningkat. Terutama banyak orangtua yang stress. Psikolog itu mengibaratkan penanganan orangtua pada anaknya di masa pandemi ini ibarat melakukan pertolongan pertama dalam pesawat. 

“Yang pertama kali menggunakan oksigen itu ibunya dulu agar aman sebelum ke anaknya,” ungkap Sani seperti dilansir laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, covid19.go.id.

Pendongeng ternama asal Aceh, Agus Nur Amal yang dikenal dengan nama PM Toh mengatakan dongeng menjadi sarana efektif dalam memberikan pemahaman kepada anak.

Dalam setiap penampilannya, pendongeng lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini menggunakan barang-barang yang dekat dengan anak-anak seperti sepatu boot karet dan setrika plastik.

“Dengan menggunakan alat bantu barang yang dekat dengan anak-anak mereka akan senang dan pesan bisa sampai,” ujar PM Toh via sambungan Zoom yang menampilkan dongeng berjudul Hewan Terkecil di sela-sela talkshow

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar