Yamaha

Pembukaan Prakerja Gelombang 11: Hati-hati Penipuan, Cek Cara Daftar dan Syarat Pendaftaran di Sini

  Selasa, 27 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
Pembukaan Prakerja Gelombang 11: Hati-hati Penipuan, Cek Cara Daftar dan Syarat Pendaftaran di Sini (ilustrasi)/prakerja.go.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Wacana pembukaan program Kartu Prakerja gelombang 11 sudah disampaikan oleh Komite Cipta Kerja. Manajemen Pelaksana program Prakerja mengimbau calon pendaftar untuk berhati-hati atas aksi penipuan. Silakan cek cara daftar dan syarat pendaftaran di laman resmi yakni  www.prakerja.go.id.

Di tengah kemungkinan pembukaan Prakerja gelombang 11 diumumkan pemerintah, beredar pesan berantai atau broadcast di media sosial yang mengatasnamakan program Kartu Prakerja. Biasanya, pesan tersebut mengiming-imingi bantuan uang tunai.

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menegaskan agar masyarakat tidak memberikan data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), nomor HP, alamat email, atau data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Jadi, pastikan Sobat hanya mengunjungi situs Kartu Prakerja yang resmi, ya!” tulis Instagram @prakerja.go.id dalam satu unggahannya Minggu (11 Oktober 2020).

Berikut contoh pesan penipuan yang mengatasnamakan bantuan Kartu Prakerja yang diterima Ayojakarta:

Daftar Prakerja Sekarang! Dapatkan bantuan sebesar 600 Ribu dari pemerintah lewat program Prakerja. Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan.

Langkah untuk mendaftar Prakerja: Kunjungi situs prakerja.vip, isi formulir data diri, anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp, bantuan akan dikirim melalui rekening bank.

Harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan. Prakerja.vip.”

Format pesan di atas merupakan salah satu bentuk penipuan dan berita palsu yang mengatasnamakan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. Apabila masyarakat menemukan informasi seperti di atas, harap lapor melalui nomor layanan masyarakat bebas pulsa di 0800-150-3001.

Sebelumnya, Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahuddin, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan Kartu Prakerja gelombang 11 dibuka pada akhir Oktober 2020. Namun, sebelum rencana tersebut dapat dilaksanakan, pihaknya masih menunggu keputusan final dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang sekaligus menjadi Ketua Komite Cipta Kerja, Airlangga Hartanto.

AYO BACA : JADWAL LIGA CHAMPIONS: Juventus vs Barcelona = Ronaldo vs Messi? (Prediksi SCTV Live 29 Oktober Pukul 03. WIB)

“Intinya kami terbuka dan siap apabila kita diminta untuk membuka gelombang 11. Kita harus segera mengerjakan, tapi mungkin sebelum akhir bulan Oktober ini kita harus menyelenggarakan untuk pembukaan gelombang ke 11,” ungkap Rudy dalam Webinar Kartu Prakerja, Rabu (14 Oktober 2020).  

Rudy mengatakan kuota yang nantinya akan dipakai untuk peserta di gelombang 11 berasal dari kuota peserta di gelombang 1 hingga 10 yang kepesertaannya dicabut karena melanggar aturan. Pelanggaran aturan yang dimaksud adalah para peserta tidak membeli pelatihan pertama dalam kurun waktu 30 hari sejak ditetapkan menjadi penerima Kartu Prakerja.

“Jadi gelombang 11 itu, sebenarnya kita juga masih ada yang dicabut kepesertaannya. Dan itu sudah dikembalikan ke Kementerian Keuangan anggarannya. Nah kami masih menunggu keputusan dari Komite Cipta Kerja, dalam waktu dekat mungkin akan diumumkan.”

Menurut keterangan, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, ada 5 kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima bantuan. Kriteria kelompok tersebut adalah:

  1. mempunyai tanggungan 3 orang atau lebih
  2. bekerja pada sektor informal
  3. bekerja pada sektor UMKM
  4. mempunyai gaji yang relatif rendah
  5. mereka yang paling terdampak akibat pandemi.

Lima kelompok yang diprioritaskan untuk ikut program Kartu Prakerja itu disampaikan oleh Denni ketika melakukan perbincangan virtual dengan media, Senin 14 September 2020. Prioritas tersebut bisa dilihat dari isian aplikasi online setiap pendaftar yang melakukan registrasi pada dashboard Kartu Prakerja.

Nantinya, pendaftar terpilih berhak mendapatkan total bantuan sebesar Rp3,55 juta dengan rincian Rp1 juta untuk saldo pembelian pelatihan (tidak bisa dicairkan), Rp600 ribu selama 4 bulan, dan Rp150 ribu dari survei atau rating yang diberikan.

Selagi menunggu tanggal pasti, ada baiknya calon pendaftar wajib menyiapkan dokumen dan memperhatikan beberapa syarat untuk proses pendaftaran gelombang 11.

Syarat-syarat ini wajib diperhatikan agar dapat menjadi modal untuk lolos menjadi penerima Kartu Prakerja dan mendapatkan insentif.

Bagi pendaftar yang ingin lolos menjadi penerima Kartu Prakerja, harap memperhatikan persyaratan berikut:

  1. Nama lengkap harus sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Perhatikan nomor Kartu Keluarga (KK). Jangan sampai ada ketidakcocokan antara data di KTP dan KK
  3. Tanggal lahir harus sesuai KTP
  4. Alamat surat elektronik (surel) atau email yang jelas dan aktif (kotak masuk jangan sampai penuh atau jangan gunakan e-mail yang sudah lama tidak dipakai)
  5. Nomor handphone yang sesuai dengan data diri saat registrasi
  6. Alamat sesuai KTP
  7. Alamat domisili (jika tempat tinggal dan alamat di KTP berbeda)
  8. Jenis kelamin
  9. Pendidikan terakhir yang ditamatkan
  10. Status kebekerjaan
  11. Foto KTP atas milik pendaftar.

Ke-11 poin di atas merupakan 'modal utama' bagi pendaftar Kartu Prakerja. Jika terdapat ketidaksesuaian antara data yang dimasukkan dengan data yang diperoleh Manajemen Pelaksana, maka proses pendaftaran peserta bisa menjadi alasan mengapa peserta tersebut tidak lolos.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar